Gubernur: Semua Bupati dan Wako Sepakat Usulkan PSBB Sumbar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. (Foto: dok.padek)

Gubernur bersama 19 bupati dan wali kota se-Sumbar sepakat mengusulkan penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebelumnya penerapan PSBB diusulkan untuk dua kota, yakni Padang dan Bukittinggi. Namun, dinilai tidak efektif dalam mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) di Sumbar.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, awalnya pengusulan PSBB untuk dua kota yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi karena pertimbangan dua kota itu memiliki angka pasien positif dan meninggal tertinggi di Sumbar akibat Covid-19.

“Tapi setelah pertemuan dengan Pemko Bukittinggi dan Padang, Selasa (14/4) kemarin, mereka memberikan alasan tidak efektif kalau hanya dua kota, karena pembatasan dari kabupaten dan kota lain akan sulit. Sehingga muncul usulan PSBB (untuk seluruh) provinsi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, setelah dilakukan kajian kembali oleh Tim Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Universitas Andalas, kesimpulannya memang lebih efektif dilakukan PSBB Provinsi Sumbar.

“Itu Selasa kemarin keputusannya. Langsung Rabu ini kita rapat dengan bupati dan wali kota. Semua bupati dan wali kota menyetujui. Insya Allah besok pagi kita langsung kirim surat ke Kementerian Kesehatan,” imbuhnya.

Irwan memperkirakan, jika memang disetujui maka pekan depan pemprov akan menerima keputusan tentang usulan PSBB Provinsi tersebut dari Kemenkes.

“Mudah-mudahan Menteri Kesehatan menyetujui. Menurut data yang kami sampaikan sesuai Permenkes, Sumbar sudah memenuhi syarat. Perbandingannya, Pekanbaru saja yang jumlah angka positif dan meninggalnya lebih sedikit dibandingkan kita di Sumbar, mereka sudah disetujui PSBB,” ujarnya.

Usulan tersebut, kata Irwan, juga ditambah unsur yang mungkin daerah lain tidak miliki, salah satunya perantau pulang kampung saat puasa dan lebaran.

Sejak 31 Maret hingga 13 April 2020, sebanyak 72.564 orang masuk ke Sumbar lewat 10 posko pintu masuk, termasuk Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Jika dikalkulasikan, maka per hari total yang masuk berjumlah 4.838 orang.

“Kalau ini tidak dibatasi, maka kasus positif dan angka kematian akibat Covid-19 akan semakin meningkat,” sambung Irwan.(esg)