Amankan Pesisir Pantai Sumbar, Bikin Aturan Daerah Mitigasi Vegetasi

85

Mitigasi bencana dalam bentuk vegetasi dengan menanam pohon yang kuat menahan hantaman gelombang di sepanjang pesisir pantai, sebaiknya ditetapkan dalam bentuk peraturan kepala daerah atau peraturan daerah.

Saran itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kalaksa BPBD Erman Rahman saat meninjau lokasi abrasi pantai di kawasan Tugu Merpati Perdamaian, Pantai Muaro Lasak, Rimbo Kaluang, Kota Padang, Kamis (15/4/2021).

Dengan adanya peraturan tersebut, diharapkannya terbangun ekosistem gerakan menanam dan merawat pohon secara kontinu atau berkelanjutan. Bukan sekadar menanam lalu dibiarkan saja.

Penanaman dengan strategi vegetasi itu harus dilakukan di seluruh pesisir pantai Sumbar. Jenis tanaman yang ditanam, di antaranya pohon pinago, pohon waru, ketapang, cemara udang dan beringin.

“Ini bisa dikembangkan secara bertahap dan berlanjut, tidak boleh berhenti. Upaya ini bisa menyelamatkan generasi untuk jangka 30 atau 50 tahun yang akan datang. Pantai Padang dan semua pantai di pesisir Sumbar akan terlindungi oleh abrasi kalau ditanami oleh pohon,” jelas Doni.

Jenderal bintang tiga berdarah Minang ini juga meminta semua jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk saling mengingatkan. Agar bisa bersama-sama menjaga, merawat tanaman yang ada di sepanjang pantai.

“Jangan ditebang, jangan dirusak. Semakin banyak tanaman di pantai akan membuat pantai semakin tahan abrasi dan arah ke laut juga nanti akan bertambah pasirnya secara alami dari arah dalam laut,” terangnya.

Baca Juga:  Truk Batu Bara Angkut Belasan Penumpang, Dicegat di Pos Penyekatan

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah merespons positif masukan dari Doni Monardo. “Pemerintah provinsi akan mendorong kabupaten dan kota di Sumbar yang memiliki daerah pesisir pantai untuk menanam vegetasi, yakni ada pohon waru, cemara udang, pinago dan beberapa tanaman lainnya,” kata Mahyeldi.

Upaya itu dilakukan untuk menyelamatkan daerah pesisir dari tekanan gelombang air pasang dan bencana alam. “Ada hamparan yang bisa ditanami pohon. Faktanya, ketika di pantai itu ada pohon, maka akan mengurangi tekanan energi dari abrasi pantai atau tsunami,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi juga setuju perlu adanya peraturan yang disepakati bersama untuk menjaga dan mengendalikan pohon yang sudah ditanami nanti sehingga tumbuh dan tidak mati.

“Pohon-pohon yang sudah ada agar dijaga, kemudian bagi daerah-daerah yang masih kosong agar ditanami pohon. Tentunya ini perlu  menjadi gerakan bersama masyarakat dan komponen pemerintah daerah menanami pohon di setiap pinggiran pantai,” imbaunya.

Pemecah Ombak

Sementara itu terkait pembangunan seewall (batu pemecah ombak) di tiga lokasi di Kota Padang yakni pantai Masjid Al-Hakim, pantai Tugu Merpati dan pantai Pasir Jambak, menurut Doni Monardo, dananya dari APBN BNPB sebanyak Rp19 miliar untuk penanganan bencana abrasi pantai.

Pembangunan seawall ini sebelumnya diusulkan oleh BPBD Pemprov Sumbar bersama Pemko Padang kepada pemerintah melalui BNPB.

Ke depan, kata Doni, pembangunan seewall ini bisa menghindari terjadinya abrasi pantai. Perlu diimbangi dengan penanaman pohon strategi vegetasi.(wni)

Previous articleKetua DPRD “Tantang” Bupati Gali Potensi Laut dan Pariwisata Pessel
Next articleTriwulan I/2021, Semen Padang Catatkan Peningkatan Ekspor 61 Persen