Apresiasi Kesiapan Hadapi Bencana, Doni: Kontrol Warga Masuk Sumbar

69

Pemerintah mengapresiasi pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Barat yang telah berjuang penuh dalam menghadapi virus korona (Covid-19). Komitmen luar biasa dari para pemangku kepentingan, khususnya akademisi Dr Andani Eka Putra dan tim yang berhasil memobilisasi Laboratorium Universitas Andalas dalam memeriksa spesimen dengan jumlah luar biasa sehingga menjadi trigger bagi daerah lain untuk peningkatan pemeriksaan spesimen.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo pada pembukaan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Mitigasi Bencana di Painan Convention Center Pesisir Selatan, Kamis (15/4/2021).

Mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan, sejak Maret 2021 memang ada tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Sumbar. Namun, jumlah positif dan kematian masih dibawah indeks nasional, meski kasus kematian Sumbar masih sedikit di atas global. Sedangkan tingkat kesembuhan di atas rata-rata nasional.

Biasanya tren kenaikan positif terjadi menjelang hari besar keagamaan, contohnya budaya mudik Lebaran. “Untuk itu, pemerintah melarang kegiatan mudik selama Lebaran tahun ini dari tanggal 6 sampai 17 Mei. Jangan sampai kita menulari saudara di kampung,” ujar putra Tanahdatar yang pernah menjabat Pangdam dan Komandan Paspampres ini.

Selain itu sesuai perintah Presiden Joko Widodo, kata Doni, semua yang masuk Indonesia wajib tes usap sebanyak dua kali. Mereka yang positif akan dirawat di Wisma Atlet. Sedangkan yang negatif dikarantina lima hari sampai menunggu test swab kedua.

“Dari pengalaman, faktanya, tak ada negara di dunia yang bebas Covid-19. Covid masih ada dan belum hilang,” tegas Doni.

Menindaklanjuti arahan presiden tersebut, terutama menghadapi mudik Lebaran, Doni kembali mengimbau pemprov melakukan kontrol untuk mengawasi warga pendatang yang masuk Sumbar. Agar bencana non-alam pandemi Covid-19 bisa tertangani maksimal.

“Pemerintah daerah hingga ke wali nagari tak boleh lengah, penerapan prokes harga mati. Jangan tunggu hingga rumah sakit penuh lagi. Nakes kita yang tinggal sedikit ikut terpapar. Jangan egois, walau Lebaran sekali setahun, tapi saat ini situasi pandemi. Perantau mohon bersabar,” imbau Doni.

Baca Juga:  Padang Bersama 14 Kabupaten/Kota, Tiadakan Shalat Ied di Masjid

Mitigasi Bencana Alam

Bencana tak hanya dari non-alam pandemi Covid-19. Musibah dari alam turut mengintai sejumlah kawasan yang berada di garis pantai Sumbar. Longsor, banjir dan abrasi merupakan contoh bencana alam yang sangat mungkin terjadi bagi daerah kawasan pesisir.

Menghadapi bencana tersebut, proteksi dengan fondasi batuan saja tidak cukup. Diperlukan tindakan nyata yang akan mereduksi dampak bencana. Tindakan tersebut berupa mitigasi dengan strategi vegetasi yang sudah dimulai di Kota Pariaman.

“Vegetasi berperan penting melindungi dari abrasi, gelombang pasang hingga tsunami. Seperti di Nias dan Palu, di mana daerah yang ditanami mangrove, tak terdapat kerusakan pada hunian yang berada diatasnya,” jelas Doni.

Sebenarnya Indonesia kaya akan pohon-pohon besar pelindung pantai. Contohnya mangrove Indonesia yang merupakan 25 persen dari populasi dunia. Hanya saat ini pertumbuhannya menurun. Karenanya, sudah menjadi kewajiban untuk kembali meningkatkan populasi mangrove Indonesia.

“Mari lindungi warga dengan ‘sabuk hijau’ vegetasi melalui penanaman pohon di sepanjang pantai. Pinago, waru ketapang, pulai atau pohon palaka. Pohonnya tolong dirawat. Lokasi pohon janganlah sampai diganti tambak udang, ikan dan lainnya,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan, Pemprov Sumbar tak henti-hentinya meningkatkan pengendalian Covid-19.

“Arahan presiden sewaktu kami dilantik (dengan Wagub Audy Joinaldy, red), proses penanganan Covid-19 mesti dipersempit. Saat ini masyarakat telah bisa hidup berdampingan dengan Covid-19. Tak ditemui stigma negatif terhadap mereka yang terpapar. Meski sebagian daerah Sumbar naik status dari kuning jadi zona oranye. Kita yakin dapat menekan kembali kasus positif,” ucap mantan Wali Kota Padang yang biasa disapa Buya ini.

Sedangkan untuk vegetasi pantai, Mahyeldi berjanji akan merawat dan menjaga pohon yang telah ditanam. Dia meminta pemerintah melalui BNPB dapat mengirim kembali bibit-bibit pohon yang nantinya akan ditanam di sepanjang kawasan pesisir Sumbar.(wni)

Previous article180 Pejabat Pemko Padang Dilantik, Yenni Yuliza Kepala Bappeda
Next articlePUPR Tuntaskan Revitalisasi Saribu Rumah Gadang & Pasar Pariaman