Masih Ada Warga Terdampak Belum Terdata

Warga penerima bantuan di Kota Pariaman menerima buku tabungan. Penyaluran bantuan tersebut menggandeng BNI dan BRI.

Bantuan terhadap warga terdampak Covid-19 terus mengalir di sejumlah daerah. Meski begitu ada warga di sejumlah daerah yang berhak namun belum terdata mendapat bantuan.

Di Kabupaten Solok, misalnya. Meski telah mulai disalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat. Namun masih terdapat kekurangan data penerima sehingga sebagian masyarakat tidak bisa mendapatkan bantuan tersebut.

“Benar ada kekurangan data sekitar 1.905 orang lagi yang belum terdata. Kami harap ada solusi dari Kementrian Sosial dalam menyikapi ini,” kata Bupati Solok, Gusmal saat penyerahan BST di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kamis (14/5).

Ia berharap Kementerian Sosial mencarikan solusinya. Agar kekurangan itu dapat diselesaikan dan semua warga yang terdampak itu dapat menerima bantuan. “Karena ini dapat menimbulkan kericuhan di masyarakat. Saya sudah banyak menerima pesan maupun telpon dari masyarakat yang mengeluh kerena tidak dapat bantuan,” ungkapnya.

Untuk Kabupaten Solok total bantuan BST adalah Rp22,9 miliar untuk April, Mei, dan Juni. Besaran bantuan yang diberikan adalah Rp600 jutaper bulan per KK. Di sini kategori masyarakat yang terdampak Covid-19 itu adalah masyarakat yang hilang mata pencarian seperti sopir, tukang ojek, ustad, buruh harian dan lainnya. Penyerahan secara simbolis BST dilaksanakan secara serentak di tiga wilayah.

Sementara itu, perwakilan Kemensos-RI turut hadir di Selayo, Misran Ghani menanggapi bupati perihal kekurangan data penerima BST. Terkait kekurangan dan pergeseran data itu memang ditemukan tidak hanya di Kabupaten Solok saja. Bahkan hampir semua daerah mengalami kekurangan dan pergeseran jumlah data  penerimanya. “Kami akan menyampaikan hal ini ke pusat. Mudah-mudahan  kekurangan-kekurangan ini dapat kami berikan ditahap berikutnya,” ujarnya.

Agar data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tepat sasaran, pihaknya mengharapkan pemerintah daerah memperhatikan akurasi data di daerahnya masing-masing. Akurasi data penerima BST agar terus diperbarui (diupdate) oleh Pemda, yang nantinya menjadi penting dan strategis. Untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Ia meminta Pemda secara cermat segera melakukan perbaikan data apabila menemukan ada warga terdampak Covid-19 yang belum menerima bansos tahap pertama. Diharapkan, penyaluran bansos tunai tahap kedua nanti bisa lebih merata dan tepat sasaran sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat terdampak Covid-19. “Ke depannya pembaruan data ini dimasukan ke dalam DTKS. Sebab kalau tidak masuk itu akan sulit untuk mendapat bantuan sosial,” tandasnya.

Dengan adanya pembaruan data oleh Pemda, target penerima BST sebanyak 9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa tercapai dan tentu dengan lebih tepat sasaran. Adanya pembaruan data oleh Pemda tersebut bisa menjadikan target 9 juta KPM penerima BST tersebut dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Sementara di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari APBD disalurkan, kemarin (14/4). Penyerahan bantuan BLT itu dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pessel Hendrajoni, di Kantor Camat Koto XI Tarusan, kepada perwakilan masyarakat Nagari Batu Hampa Selatan masing-masing Imam Iwin 65, Darni 55, dan Syahmenan, 64.

Bupati Pessel Hendrajoni menjelaskan BLT yang bersumber dari APBD itu akan diberikan kepada 16 ribu kepala keluarga (KK) yang tersebar di 15 kecamatan. “Untuk mengakomodir kebutuhan biaya bagi 16 ribu kk itu, Pemkab Pessel mengalokasikan anggaran Rp 28,8 miliar. Masing-masing rumah tangga akan menerima Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan. Mereka ini tersebar di 15 kecamatan yang ada,” katanya.

Dia menjelaskan petugas dari Bank Nagari di masing masing kecamatan akan membagikan  BLT tersebut. Ia mengingatkan agar masyarakat penerima bantuan dapat menggunakan bantuan dengan dengan bijak dan mengutamakan kebutuhan pangan.

Asisten II Setkab Pessel, Mimi Riarty Zainul, menambahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 pemerintah daerah menyalurkan beberapa jenis bantuan. Di antaranya, bantuan sosial (Bansos) tunai dari Kemensos RI, sebanyak 20.830 KK, BLT provinsi sebanyak 11.337 KK, dan BLT Kabupaten untuk 16.000 KK pula. Sedangkan BLT dari dana desa atau nagari sebanyak 28 ribu kk pula.

Di Kabupeten Tanahdatar sebanyak 13.957  KK juga menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) dari kementerian Sosialdan disalurkan melalui PT Pos Indonesia Padangpanjang dan Batusangkar. Wakil Bupati Zuldafri Darma menyebut masyarakat akan menerima Rp 600 ribu selama tiga bulan berturut-turut.

Sementara Kadis Sosial dan PPPA Yuhardi menjelaskan BST Kemensos berjumlah 14.643 KK didistribusikan melalui PT. Pos Indonesia sebanyak 13.957 KK melalui BRI sebanyak 574 KK dan BNI sebanyak 112 KK.

BST Sumbar untuk 8.585 KK juga akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Sementara BST Kabupaten Tanahdatar sebanyak 17.372 KK didistribusikan melalui Bank Nagari Cabang Batusangkar.

Di Kota Pariaman penyaluran bantuan dari Pemko Pariaman juga sudah terealisasi kemarin. Penyaluran bantuan yang menggandeng BNI dan BRI ini disalurkan kepada kepala desa untuk nanti diserahkan kepada warga. Kadis Kominfo Kota Pariaman Hendri menjelaskan penyerahan buku tabungan dan ATM kepada kepala desa terlebih dulu mencegah kerumunan massa.

Penyaluran langsung dari APBD Kota Pariaman melalui BRI. Total warga yang mendapatkan bantuan melalui BRI sebanyak 5633 orang.  Sedangkan BNI, menyalurkan bantuan yang diambil dari dana desa total warga yang menerima 3631 orang. Masing-masing warga menerima Rp 600 ribu per orang hingga 3 bulan berturut-turut. (yon/f/nia/mal)