Dukung Percepatan Tol Padang-Pekanbaru

99
Jalan layang Kelok Sembilan menjadi proyek strategis yang mampu memberikan multiplier efek bagi daerah. (Foto: IST)

Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumbar Defika Yufiandra mengajak seluruh pihak untuk mendukung percepatan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru. Saat ini progres pembangunan seksi I Padang-Sicincin sudah sekitar 18 persen proses konstruksi dan 11 persen pengadaan lahan.

“Kendala utama adalah proses pembebasan lahan. Untuk itu, kami dari MPI Sumbar mengajak semua pihak terkait untuk bersama-bersama mengatasi masalah ini,” ungkap mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar ini, di Padang, (14/6/2020).

Menurutnya, proses mediasi ganti rugi lahan, dan proses pengukuran serta lainnya perlu mengedepankan semangat kepentingan bersama untuk kelancaran pembangunan dan kemajuan daerah Sumbar ke depan.

“Tidak ada yang merasa dirugikan atau diuntungkan, tetapi semangat bersama untuk kelancaran pembangunan ke depannya. Jika ada pengorbanan di dalamnya, tentu itu akan tercatat sebagai sumbangsih untuk kemajuan Sumbar di masa yang akan datang. Baik dalam proses ganti rugi lahan, pengukuran hingga pembangunannya,” imbuhnya.

Apalagi, sambung Defika, ruas tol itu sudah digadang-gadang akan memacu pertumbuhan ekonomi Sumbar dengan memangkas jarak tempuh ke daerah tetangga yang notabene salah satu pasar utama komoditi Sumbar.

“Proses pembangunannya saja sudah membawa efek positif terhadap ekonomi Sumbar, baik dari sisi material pembangunan, tenaga kerja dan multiefeknya,” ujarnya.

Yang paling penting adalah menyangkut imej berinvestasi di ranah Minang yang bakal berdampak pada banyak hal. Sementara Sumbar butuh berbagai stimulus untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi setelah anjlok akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Hal yang sama juga ditegaskan, Wakil Ketua KNPI Sumbar, Megri Fernando. Pihaknya juga mendukung percepatan pembangunan ruas tol tersebut, dan siap bergandengan tangan dengan berbagai pihak dalam membantu terwujudnya tol kebanggaan masyarakat Sumbar itu.

Sebelumnya, Gubernur Irwan Prayitno telah menandatangani penetapan lokasi (penlok) tahap kedua pembangunan ruas tol Padang-Sicncin sebagai kelanjutan dari penlok tahap ke-1 yakni mulai dari kilometer 4,2 sampai kilometer 36, pada Senin (30/3/2020) lalu.

Adanya penetapan lokasi tersebut, maka proses pembebasan lahan dan konstruksi ruas tol Padang-Sicincin sepanjang 36 kilometer dapat berlanjut.

Penetapan lokasi tahap kedua tersebut juga telah tertuang dalam SK Gubernur tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Jalan Tol Ruas Padang-Pekanbaru.

Proses penlok dilakukan melalui mediator yaitu Polda Sumbar, kemudian penyerahan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah oleh Subdit Pengadaan Tanah Jalan Tol BPJT kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Sebagai informasi, ruas Tol Padang-Pekanbaru sendiri terdiri dari 6 (enam) seksi yakni Seksi 1 Padang-Sicincin, Seksi 2 Sicincin-Bukittingi, seksi 3 Bukittinggi-Payakumbuh, Seksi 4 Payakumbuh-Pangkalan, seksi 5 Pangkalan-Bangkinang, dan seksi 6 Bangkinang-Pekanbaru. Secara keseluruhan ruas Tol Pekanbaru-Padang akan ditargetkan beroperasi pada tahun 2025. (i)