Terpapar Covid-19, Layanan RSUD Ditutup

Pelayanan IGD dan VIP di RSUD Hanafiah ditutup untuk sementara waktu. Hal itu terjadi karena adanya kasus terkonfirmasi positif pada fasilitas tersebut. (IST)

Pertambahan kasus positif Covid-19 di Sumbar semakin meningkat. Kemarin (14/8), tercatat terjadi penambahan 42 orang warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 dan satu orang meninggal dunia. Pertambahan kasus dengan jumlah besar tersebut membuat sejumlah daerah menutup layanan RSUD dan menghentikan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka.

Seperti dilakukan RSUD Sadikin Kota Pariaman menutup sementara layanan kesehatan. Hal itu menyusul seorang anak usia 16 tahun yang merupakan kerabat pegawai RSUD Sadikin Pariaman positif Covid-19.

Ia juga sempat kontak dengan pegawai RSUD Sadikin. “Iya terhitung Jumat (14/8) RSUD Sadikin Pariaman ditutup. Hal ini karena salah seorang anak usia 16 tahun yang positif merupakan kerabat pegawai RSUD Sadikin dan sempat kontak dengan pegawai RSUD Sadikin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pariaman Syahrul, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Syahrul menyebut keponakan atau kerabat pegawai RSUD Sadikin Pariaman tersebut merupakan siswa salah satu pesantren di Payakumbuh. Karena libur ia ikut pamannya bekerja di RSUD Sadikin Pariaman.

“Nah, karena ia akan kembali belajar ke pesantren, perlu dilakukan pengambilan swab tiga hari lalu. Ternyata hasil swab laboratorium sore ini (kemarin), anak berusia 16 tahun tersebut dinyatakan positif,” ungkap Syahrul.

Saat ini seluruh pegawai RSUD Sadikin Pariaman menjalani swab dan Dinas Pariaman terus melakukan tracking terhadap orang-orang yang sempat kontak erat dengan anak tersebut. Total yang menjalani tracking mencapai 59 orang. Orang yang tracking tersebut tidak hanya yang kontak dengan anak tersebut.

Namun termasuk mereka yang sempat kontak dengan salah satu dokter positif berdomisili di Padang yang juga praktik di RSUD Pariaman. “Iya, ada sejumlah pasien dokter tersebut yang kami ambil swabnya karena mereka warga Pariaman. Saat ini masih menunggu hasilnya,” ujarnya seraya mengatakan total 8 orang warga Pariaman yang positif Covid-19.

IGD Hanafiah Tutup Sementara
Hal sama juga terjadi di Batusangkar. Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan pelayanan rawat VIP RSUD Hanafiah Batusangkar ditutup sementara untuk umum. Penutupan ini terjadi karena pihak IGD kecolongan dengan menerima pasien yang akhirnya dinyatakan positif Covid- 19.

Kecolangan ini terjadi karena pasien yang tidak jujur saat dimintai keterangan oleh petugas dan dokter yang berjaga saat itu. Akhirnya diketahui, jika pasien usai tes swab ternyata hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga:  Positif Covid-19, Menag Isolasi di RS

Direktur RSUD Hanafiah Batusangkar, Afrizal Hasan menyayangkan ketidak jujuran pasien saat dimintai keterangan oleh petugas medis. Padahal, keterangan tersebut penting demi keselamatan bersama dari paparan Covid-19. “Dasar IGD ditutup, karena adanya dijumpai kasus positif Covid 19 yang dirawat di rumah sakit,” ungkapnya.

Penutupan pelayanan IGD dan VIP dikarenakan seluruh petugas kesehatan tersebut mesti menjalani tes swab usai kontak dengan pasien. Sampel swab tersebut telah dikirimkan ke Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada Jumat (14/8). “Tes swab kita lakukan kepada seluruh petugas kesehatan kita di IGD dan di VIP. Sampelnya telah kita kirim ke Padang tadi pagi,” pungkasnya.

Afrizal menegaskan jika pelayanan IGD RSUD Hanafiah Batusangkar akan kembali dibuka setelah hasil tes swab diterima dari Laboratorium FK Unand. Menanggapi keinginan masyarakat yang ingin pelayanan IGD tetap dibuka, Afrizal mengungkapkan jika tidak mungkin membuka pelayanan IGD jika petugasnya pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid 19. Selain itu, menurutnya tidak seluruh tenaga medis bisa bekerja di pelayanan IGD karena mereka terbentur di bidang ilmu masing masing.

“Kami menutup IGD guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita buka pun IGD, siapa yang akan bekerja. Tidak semua perawat atau tenaga medis di RSUD kita yang bisa bekerja di IGD. Ada bidang ilmu mereka masing masing,” tutupnya.

Sementara itu, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan, total Jumat (14/8) telah 1.299 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19. Pasien sembuh juga bertambah sebanyak 15 orang. Total sembuh menjadi 869 orang. “Pasien meninggal bertambah 1 orang lagi, sehingga total meninggal sampai saat ini sudah berjumlah 38 orang,” jelasnya.
Ia menambahkan, 42 warga Sumbar terkonfirmasi positif itu, 19 berasal dari Kota Padang, 4 dari Tanahdatar, Kabupaten Solok 2 orang dan Kota Solok 1 orang. Sementara itu di Kota Padangpanjang terkonfirmasi 6 orang positif, Kabupaten Padangpariaman 2 orang.
Kota Pariaman 1 orang, Kota Bukittinggi 2 orang. Serta Kabupaten Agam 4 orang dan Sawahlunto 1 orang. Dari 19 daerah, 3 daerah berstatus zona oranye. Untuk zona 13 daerah dan status zona hijau untuk 3 daerah. (nia/stg)