BPTD Sumbar Benahi Transportasi Danau Maninjau dan Singkarak

Kepala BPTD Sumbar Deny Kusdyana bersama Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan Herwanto dalam kunjungan kerja Staf Ahli Kemenhub RI Umar Aris ke Sumbar, beberapa waktu lalu.

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Sumbar akan menghidupkan kembali transportasi danau di Sumbar. Terutama Danau Maninjau di Agam, dan Danau Singkarak di Kabupaten Solok.

“Masyarakat sekitar danau membutuhkan akses yang cepat untuk menuju nagari lainnya yang berseberangan. Jadi kita akan menghidupkan kembali transportasi danau untuk memudahkan akses, biaya murah dan cepat,” sebut Kepala BPTD Sumbar Deny Kusdyana melalui Kasi Transportasi Sungai Danau dan Penyeberangan, Herwanto, Selasa (15/9/2020).

Dikatakannya, di Danau Maninjau aktifitas masyarakat sangat membutuhkan angkutan yang ‘membelah’ danau. Contohnya masyarakat Tanjung Sani berbelanja ke Sungai Batang. Dua daerah ini dipisahkan oleh danau. Sungai Batang berada di tepian arah Timur, Danau Maninjau. Sedangkan, Tanjung Sani berada di seberangnya, arah Barat.

Selama ini akses hanya melalui jalur darat. Sehingga harus mengelilingi danau, baru sampai di seberang. “Kalau jalur darat kan harus memutar, sepanjang bibir danau. Makanya kita sediakan bus air,”sebut Herwanto.

Dikatakannya, selain cepat dengan bus air, juga akan membuat masyarakat hemat. Karena ongkos yang dikenakan pada masyarakat akan disubsidi oleh pemerintah. Karena bus air itu nantinya menjadi bagian transportasi perintis.

“Selama ini dari Tanjung Sani ke Sungai Batang jalan darat bisa mencapai 1 jam. Kalau dengan bus air hanya 10 menit. Ongkosnya juga murah, jalur darat bisa Rp30 ribu dengan bus air cukup Rp10 ribu,” ungkapnnya.

Baca Juga:  Diduga Terpapar Covid-19, GM Pelindo II Teluk Bayur Wafat

Untuk mewujudkan itu, BPTD Sumbar akan menyediakan bus air, termasuk membangun dermaga. Khusus dermaga, di Danau Maninjau sejatinya sudah ada. Pada tahun 1990, Kementerian Perhubungan sudah membangun dermaga penyeberangan di Danau Maninjau, hanya saja tidak terawat sejak diserahkan kepada pemerintah daerah.

Bahkan, pada 2014, Kementerian Perhubungan sudah memberikan dua unit bus air di Danau Maninjau. Karena tidak terawat akhirnya tidak beroperasi. “Nanti tidak hanya menjadi alat tranportasi, kita harapkan juga mendukung pariwisata di Sumbar,” ulasnya.

Hal serupa juga akan diwujudkan di Danau Singkarak, Kabupaten Solok. Selama ini aktivitas warga dari Ombilin ke Malalo juga tidak menggunakan transportasi air, tapi melalui darat. Akibatnya masyarakat menempuh perjalanan selama 40 menit.

Jika nantinya bus air diaktifkan, maka warga hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit kurang. Itupun dengan ongkos yang lebih murah lagi. Bus air itu nantinya mampu mengangkut sebanyak 25 penumpang.

“Kita sebagai BPTD sudah diberikan kewenangan oleh Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pelayanan transportasi yang memadai. Untuk itu selain membenahi marka dan rambu di darat, kita juga akan membenahi transportasi penyeberangan,” ujar Herwanto.

Diungkapkannya, rencana itu saat ini sudah diusulkan ke Kementerian Perhubungan. Jika anggaran disetujui, maka pembangunan dermaga pada dua danau tersebut segera dimulai. Termasuk untuk pengadaan kapal alias ‘bus air’. (hsn)