Pembiayaan dan Dana BOS Dibuka Terang Benderang ke Publik

13

Kepala SMK 3 Kota Pariaman Rafuddin memastikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) adalah informasi publik yang terbuka atau bisa diakses masyarakat.

“Tidak ada ditutup-tutupi, kita buka semuanya ke masyarakat terutama kepada orang tua siswa,” ujar Rafuddin didampingi PPID Puji Priyanto saat menerima Tim Visitasi Komisi Informasi (KI) Sumbar dipimpin Ketua Monev 2020 Tanti Endang Lestari, Kamis (15/10/2020) di sekolah yang masih belum beraktivitas karena masih pandemi Covid-19.

Menurut Rafuddin, banyak informasi publik termasuk pembiayaan sekolah dan dana BOS disampaikan terang benderang kepada publik terutama orang tua siswa.

Puji Priyanto selaku PPID SMK 3  Pariaman menambahkan, pola pelayanan informasi publik di sekolah tersebut adalah mandiri, yaitu inisiatif karena ingin terbuka informasi publiknya.

“Kita komit dan konsisiten terhadap keterbukaan informasi publik. Struktur PPID di sekolah ini merupakan inisiatif Kepsek dan merujuk UU Nomor 14 Tahun 2008 dan Perki 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik,” kata Puji.

Anggota Tim Visitasi KI Sumbar Adrian Tuswandi lebih melihat pola pelayanan informasi publik di SMK 3 Pariaman.

Baca Juga:  Gelontorkan Rp 2,6 T untuk Pesantren, Lanyalla Apresiasi Pemerintah

“Harus pastikan pola pelayanannya karena pemohon informasi itu menurut UU 14 Tahun 2008 adalah pemohon intelektual dan bertanggungjawab. PPID bisa menolak pemohon informasi kalau tidak memenuhi syarat legal standing,” jelas Adrian.

Tanti Endang Lestari berharap SMK 3 Pariaman 2019 meraih predikat  informatif.

“Saya menekankan supaya lebih upgrading lagi dalam aplikasi pelayanan dan pengelolaan informasi publik,” ujar Tanti. (rel)