137 Pelanggar Prokes Disanksi, Penerapan Prokes Perlu Dibudayakan

13
Sejumlah warga terjaring Operasi Yustisi. Mereka masih tidak patuh menerapkan protokol kesehatan, seperti tidak menggunakan masker. (IST)

Penyebaran virus Covid-19 masih masif. Namun masyarakat masih enggan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Buktinya, di Kabupaten Tanahdatar, sebanyak 137 orang dan satu pelaku usaha diberikan sanksi sosial saat operasi penegakan Peraturan Daerah (Perda) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) oleh Tim Gakkum Terpadu Perda Provinsi Sumbar selama libur panjang akhir pekan kemarin.

Kasi Penegakan Perda Satpol PP Tanahdatar Elfiardi mengatakan, pelanggar itu terjaring dalam tiga operasi sejak Jumat (12/2) hingga Minggu (14/2) di beberapa kawasan objek wisata yang ada di Tanahdatar.

“Pada operasi yang digelar pada Jumat (12/2) tercatat 25 orang diberikan sanksi, kemudian pada Sabtu (13/2) 53 orang. Sedangkan Minggu (14/2) tercatat 54 orang diberikan sanksi,” jelas Elfiardi, Senin (15/2).

Ia menambahkan, giat penegakan Perda AKB itu juga berkolaborasi dengan Tim Kegiatan Aman Nusa Polres Tanahdatar dan digelar pukul 8.00 sampai pukul 12.00, melibatkan petugas dari personel Satpol PP, Polres Tanahdatar, dan Kodim 0307/Tanahdatar.

Katanya, liburan panjang akhir pekan berpengaruh terhadap mobilitas wisata maupun masyarakat umum. Namun, mobilitas itu tidak diiringi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang digalakkan dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu terlihat saat Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Terpadu Perda Provinsi Sumbar Nomor 6 Ttahun 2020 Tanahdatar saat menggelar operasi Sabtu (13/2) di kawasan wisata Danau Singkarak.

Setidaknya 53 orang pelanggar prokes yang terjaring operasi diberikan sanksi membersihkan masjid yang ada di pinggir Danau Singkarak. Seluruh pelanggar itupun kemudian tercatat pada aplikasi Sipelada, yang berisikan data pelanggar Perda No 6 tahun 2020 se Sumatera Barat.

“Dengan adanya libur panjang di akhir pekan, terjadi mobilitas orang yang cukup ramai menuju obyek-obyek wisata, tidak terkecuali objek wisata yang ada di Kabupaten Tanahdatar. Mobilitas orang tersebut bukan hanya berasal dari Sumbar tetapi juga dari luar provinsi,” terang Elfiardi.

Operasi yang digelar sejak pukul 08.00-14.30 tersebut, mener junkan 10 petugas Satpol PP, dan 10 petugas Polres Tanahdatar. Dengan menurunkan tiga unit kendaraan operasional, petugas juga menggelar operasi di depan Rumah Makan Sawah Laman, Pincuran Tujuh. “Sasaran operasi adalah orang pribadi yang melanggar Perda AKB Sumbar di obyek wisata Danau Singkarak, kemudian pelaku usaha yang tidak mematuhi prokes,” jelasnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Adminduk, Wako Jadikan E-KTP Kado Ulang Tahun Pelajar

Pihaknya juga memeriksa kelengkapan masker wisatawan yang menggunakan bus pariwisata dan kendaraan pribadi. “Intinya perlu upaya pencegahan penumpukan orang apabila ada libur panjang diakhir pekan di waktu yang akan datang,” tukasnya.

Kondisi serupa juga ditemukan pada operasi Minggu (14/2) yang digelar dikawasan Kota Batusangkar tepatnya di kawasan Lapangan Cindua Mato. Dalam giat itu 54 pelanggar prokes diberikan sanksi.

“Diimbau kepada pelanggar yang telah tercatat di aplikasi Sipelada Sumbar, agar tidak mengulangi pelanggarannya di Kabupaten/Kota manapun di Sumbar, karena apabila kembali kena razia akan dikenai denda Rp 100 ribu sebagai mana diatur Perda AKB,” pungkasnya.

Budayakan Penerapan Prokes
Sementara itu, di Kabupaten Sijunjung Bupati Sijunjung, seluruh ASN termasuk masyarakat diminta konsisten menegakan protokol kesehatan. Bupati Yuswir Arifin menegaskan, kepatuhan menerapkan protokol kesehatan akan meminimalisir penularan Covid-19. Ia menilai, saat ini penyebaran Covid-19 masih masif.

Terlebih Kabupaten Sijunjung merupakan kawasan perlintasan dari pusat ibu kota Provinsi Sumbar menuju sejumlah wilayah luar, serta antar kabupaten/kota. Ia berharap prokes bisa menjadi budaya hidup, sampai nantinya situasi betul-betul kembali dinyatakan aman, dan kondusif dari Covid-19.

Menurutnya, saat ini banyak masyarakat yang enggan menggunakan masker saat keluar rumah, serta melakukan jaga jarak saat berkumpul atau berinteraksi. “Saya melihat akhir-akhir ini mulai banyak masyarakat mengabaikan penggunaan masker, padahal penggunaan masker sangat penting, bahkan hal mendasar, guna melindungi diri terhadap penularan virus,” tukasnya.

Untuk memaksimalkan penerapan prokes di tengah-tengah masyarakat, Pemkab Sijunjung juga kembali mengajak pemerintah nagari sebagai garda terdepan untuk memaksimalkan sosialisasi prokes hingga ke tingkat bawah serta bisa menggandeng para tokoh masyarakat, pemangku adat, dan pihak-pihak terkait lainnya. “Salah-satunya yakni sosialisasi penggunaan masker dalam beraktivitas. Hal ini jangan sampai lagi diabaikan, sebab manfaatnya cukup besar,” pungkas Yuswir. (stg/atn)