Deteksi Awal Covid-19, ASN Balaikota Pariaman Cek Suhu Tubuh

9
Dinas Kesehatan Kota Pariaman melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh ASN Balaikota Pariaman, Senin (16/3/2020). (Foto: IST)

Dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19), Pemerintah Kota Pariaman mengadakan pemeriksaan suhu tubuh di kalangan ASN (Aparatur Sipil Negara) di Balaikota Pariaman, Senin (16/3/2020).

Setelah apel pagi yang dipimpin Plh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Fadli, seluruh ASN yang berkantor di Balaikota Pariaman membuat dua barisan untuk pengecekan suhu tubuh yang dilaksanakan oleh personel Dinas Kesehatan Kota Pariaman.

“Dari hasil pengecekan seluruh ASN yang bertugas di Balaikota, tidak ditemukan adanya ASN yang mempunyai suhu tubuh diatas 38 derajat celcius, yang berarti seluruh ASN di Balaikota sehat dan tidak teridentifikasi Covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul.

Kegiatan pengecekan suhu tubuh ini, akan berlanjut nanti di kantor-kantor lainnya, sehingga nanti kita akan lakukan pengecekan secara berkala untuk mengantisipasi adanya ASN yang mengalami gejala terdampak virus korona yang telah menjadi pendemi di seluruh dunia ini.

“Kepada ASN yang mengalami gejala deman tinggi, batuk, pilek disertai sesak nafas dengan sakit tenggorokan serta tubuh merasa letih dan lesu, agar segera memeriksakannya ke puskesmas atau rumah sakit, karena ini merupakan gejala dari virus korona, sehingga dapat segera kita antisipasi,” paparnya.

Untuk pencegahan, agar ASN dan masyarakat untuk sering melakukan cuci tangan pake sabun atau hand sanitizer, gunakan masker bila batuk atau pilek, rajin olehraga dan istirahat yang cukup, perbanyak makan buah dan sayur dan konsumsi gizi seimbang.

Ia menghimbau agar masyarakat dan ASN tidak panik dengan situasi saat ini, dan tetap waspada dengan situasi yang ada, selagi menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan.

“Kepada ASN dan masyarakat untuk tidak panik, tetap beraktifitas seperti sedia kala, kurangi berinteraksi dengan orang lain, jangan berjabat tangan atau melakukan kontak tubuh dulu dengan orang lain, sampai situasi kembali seperti sedia kala,” tandasnya. (*)