Dibina PLN Sumbar, KUB Bank Sampah Pasie Nan Tigo Pameran di China

44
Manager Komunikasi dan Manajemen TJSL PLN UID Sumbar Yenti Elfina serahkan sertifikat penghargaan dan plakat Indonesia Green Award 2023 kepada Maivita.

Maivita atau akrab disapa Pipit mungkin tidak pernah menyangka bisa menginjakkan kaki di Cina dan Jepang. Namun berkat ketekunannya mengelola kelompok daur ulang sampah, mengantarkannya ke negeri Tirai Bambu dan negeri Matahari Terbit itu. Bagaimana ceritanya?

Ketua Pengelola Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo, binaan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumbar itu mengatakan telah memulai kegiatan memilih dan memilah sampah sejak 2015 silam.

Secara kontiniu ia bersama segelintir ibu-ibu berjalan menyusuri pantai mengumpulkan sampah yang bisa dimanfaatkan. Akhirnya didirikanlah Unit Bank Sampah di tahun 2020.

“Dan Alhamdulillah, telah dibina oleh PLN Sumbar semenjak tahun 2021 sampai sekarang. Sampah yang kami olah saat ini sampah organic dijadikan ecoenzim. Nah sampah yang anorganik kita bikin berupa tas seperti yang saya pakai, ada kotak pensil, dompet, bingkai untuk cermin dan sebagainya,” ujar Maivita di hadapan 25 media massa dalam rombongan Media Trip PLN UID Sumbar yang dipimpin oleh Manager Komunikasi & Manajemen TJSL PLN UID Sumbar Yenti Elfina, bersama jajaran lainnya, Rabu (15/3/2023).

Makin lama, semakin banyak ibu-ibu yang bergabung dengan Bank Sampah Unit Pasie Nan Tigo. Alhasil mereka juga mulai membuat tas rajut, dan penganan kue kering.

“Selain kita mendaur ulang sampah, ada ibu-ibu di sini juga yang merajut, ada juga membuat tas jali-jali, ada juga kuliner yang membuat keripik sukun, keripiki singkong. Jadi kita berbaur di sini, ibu-ibu dari Kelurahan Pasie Nan Tigo yakni dari Pasie Sabalah, Pasie Kandang, dan Pasia Jambak. Itu bergabung di sini,’’ ungkap Maivita yang terlihat gembira dikunjungi.

PLN UID Sumbar, kata Maivita membantu sarana dan prasarana yakni alat untuk produksi, seperti mesin jahit, etalase pajangan produk, becak motor listrik, kursi meja, dan banyak lagi.

‘’Kita juga dibantu pemasaran via market place di PLN Mobile, via Rumah BUMN di Padang, Rumah BUMN di Pasaman, bazar-bazar ke Jakarta, bahkan ke luar negeri yakni ke China dan ke Jepang. Pamerannya tiga hari, tapi hari kedua produk kita sudah habis, laris manis,’’ ujarnya.

Baca Juga:  Operasi SAR Mentawai Temukan Enam Penumpang Boat, Tiga Orang Dirujuk ke RSUD

Becak motor PLN Peduli digunakan untuk menjemput sampah yang dipilah kumpulkan warga. “Bahan baku kita sebagian memang dibeli dari masyarakat tersebut. Hasil penjualan sampah itu ditabungnya. Nah tabungan itu dapat pula mereka belikan untuk token listrik,” ujar Maivita.

Dalam kegiatan sehari-hari, Unit Bank Sampah Pasie Nan Tigo beralamat di RT 02/01 Pasie Sabalah, Kototangah, Kota Padang ini, didampingi oleh anggota Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi), Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI), dan Karang Taruna Pasie Nan Tigo.

‘’Nantinya, tak lama lagi, kita akan ada satu organisasi perkumpulan dari beberapa pendaur ulang, yang mendirikan Rumah Daur Ulang. Kita dibina oleh PLN dalam sarana dan prasarana Rumah Daur Ulang  di Taman Budaya Sumbar,” ungkap Maivita.

Di Rumah Daur Ulang di Taman Budaya Sumbar itu nantinya, selain ada galeri, juga dilengkapi edukasi. Harapannya sekolah-sekolah akan berkunjung ke rumah daur Ulang. Jadi bisa berbagai fokus. Tidak hanya satu daur ulang saja, tapi bisa bermacam daur ulang mulai dari paralon, dan sabuik kelapa.

Sementara itu, Manager Komunikasi dan Manajemen TJSL PLN UID Sumbar, Yenti Elfina menyatakan kelompok usaha bersama yang dimotori Maivita ini memang perlu diapresiasi. PLN bangga bisa ikut berperan dalam pengembangan KUB yang berorientasi pada kepedulian terhadap lingkungan, bukan pada orientasi bisnis semata.

‘’Bu Maivita dan kawan-kawan pada Bank Sampah ini bergerak gerilya mengatasi sirkulasi sampah di daerah Pasie Nan Tigo menjadi lebih terkontrol dan bersih, kemudian mengolahnya menjadi produk-produk berguna. Ini gerakan yang sangat bermanfaat bagi lingkungan dan PLN hadir untuk mendukung gerakan ini dengan memberikan bantuan TJSL dan pembinaan,’’ ujar Yenti Elfina. (hsn)