Kontak Pasien Positif, 12 Warga Pariaman Tes Swab

Dinkes Pariaman menfasilitasi tenaga kesehatan dengan kamar pembatas antara petugas dan warga saat pengambilan swab. Hal ini bertujuan mengurangi risiko terpapar droplet dari warga yang diperiksa. (Foto: IST)

Sebanyak 12 warga Pariaman kembali berstatus orang tanpa gejala (OTG). Mereka sempat kontak dengan pasien positif asal Padang yang saat itu berkunjung ke Kota Pariaman.

“Ya, saat ini kami melakukan tracking perjalanan 12 orang warga Pariaman yang sempat kontak dengan pasien positif asal Padang. Saat ini mereka berstatus OTG, besok (hari ini, red) dijadwalkan untuk pengambilan swab 12 orang tersebut,” ujar Kadis Dinkes Kota Pariaman Syahrul kepada Padang Ekspres kemarin.

Ke-12 orang tersebut sempat kontak dengan pasien positif yang saat itu melayat ke salah satu rumah warga yang anggota keluarganya meninggal dunia.  Saat melayat, pasien positif korona asal Padang yang juga pedagang di Pasar Raya Padang tersebut tes swab belum keluar. Baru diketahui hasil positif setelah hari berikutnya.

Dinas Kesehatan Kota Pariaman pun langsung di telepon Dinas Kesehatan Kota Padang, sehingga langsung bergerak untuk melakukan tracking kepada warga yang sempat kontak.

“Warga yang kontak tersebut tidak hanya berasal dari satu desa namun dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Pariaman. Sehingga perlu diambil swab segera untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Saat ini mereka sudah melakukan karantina mandiri,” ujarnya.

Syahrul berharap hasilnya swab ke-12 warga yang kontak dengan pasien positif tersebut negatif. Ini mengingat jumlah yang kontak dengan pasien positif cukup banyak.

Sementara itu salah seorang anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal dunia sudah dikuburkan di Pariaman, kemarin malam. Perempuan usia 65 tahun itu meninggal dunia setelah jatuh di kamar mandiri, sore hari.

“Benar yang meninggal dunia tersebut kakak dari yang pasien Covid-19 di Padang yang dikuburkan di Pariaman. Sudah dilakukan pengambilan swab di RSUD Pariaman,” ujarnya.

Namun untuk penyelenggaraan jenazah tidak mengikuti protokol Covid-19 karena keluarga menolak.  Meski demikian informasi yang diterima pihak Dinkes Pariaman, yang meninggal dunia tersebut sudah lama tidak kontak dengan pasien Covid-19 asal Padang tersebut.

Saat ini Pemko Pariaman masih menunggu hasil pemeriksaan swab tersebut.  Sementara itu total ODP di Kota Pariaman hari ini 8 orang, sedangkan PDP 4 orang dan OTG 12 orang.

Tunggu Hasil Swab

Terpisah, Pemkab Solok Selatan masih menunggu hasil swab 88 masyarakat yang pernah kontak langsung dengan lima pasien positif di daerah itu. Sebelumnya pemerintah setempat juga telah menerima sembilan hasil swab masyarakat yang keseluruhannya negatif.

“Kami belum bisa tenang, sebelum hasil swab 88 warga yang diduga pernah kontak langsung ini keluar dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand Padang. Hingga kini, status warga yang yang terinfeksi positif Covid-19 masih 5 orang,” kata Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman, Kamis (14/5).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solok Selatan, Novirman menjelaskan sembilan orang yang uji swabnya masih dinyatakan ragu-ragu kini telah dinyatakan negatif. “Dari 5 orang yang positif Covid-19, empat diantaranya diisolasi di Balai Diklat BPSDM Sumbar di Padang, dan 1 orang di RS Ahcmad Mukhtar Bukittinggi,” bebernya.

Sedangkan data notifikasi sebanyak 342 orang. Terdiri dari orang dalam pemantauan (ODP) 5 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 3 orang. Warga yang berstatus notifikasi dan telag selesai isolasi mandiri, sebutnya, sebanyak 4.201 orang, selesai ODP 131 orang dan yang sudah selesai PDP 14 orang. “Angka kumulatif kasus meninggal dunia, berstatus ODP 1 orang dan PDP 3 orang.

Warga yang berstatus notifikasi dan telah selesai isolasi mandiri. Angka kumulatif  kasus meninggal dunia, berstatus ODP 1 orang dan PDP 3 orang,” terangnya. Dia menyebutkan 88 orang lagi yang sampel swabnya yang sudah dikirim beberapa hari lalu. Kini menunggu hasil dari tim dokter.

Swab Kadinkes Negatif

Sementara itu, dicurigai tertular virus korona karena sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Zein Painan, Pesisir Selatan (Pessel), Cut Raisa Muthiah Thagifa 16, dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pessel, Satria Wibawa dinyatakan negatif Covid-19.

“Kepastian Satria Wibawa dan anggota keluarga dinyatakan negatif covid-19 itu, setelah keluar hasil pemeriksaan swab-nya dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand pada Kamis (14/5) sore. Sebab dia bersama istrinya juga sempat melakukan uji swab dengan kesadaran sendiri,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi.

Satria Wibawa diberitahu langsung ketika itu melalui telepon oleh Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit infeksi FK Unand. Ketika itu dia dinyatakan negatif Covid-19. “Kemudian pada hari ini (kemarin red) secara resmi pihak labor menyampaikan pemberitahuan secara tertulis. Makanya kami tegaskan sekali lagi bahwa Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa dan anaknya terkonfirmasi negatif Covid-19,” tegasnya.

Diharapkan dengan adanya penjelasan ini tidak ada lagi simpang siur informasi berkaitan dengan status hasil labor dr Satria dan keluarganya.

Sebagaimana diketahui Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa bersama istri dan anaknya menjalani pengambilan swab pada Selasa (11/5) atas inisiatif sendiri. Dilakukannya tes swab ini sebagai langkah antsipasi dan pencegahan dini terhadap penyebaran virus korona. Karena selaku kepala dinas, dirinya dalam melaksanakan tugas banyak berkhubungan dengan pasien positif maupun ODP. (nia/tno/yon)