Daerah Kekurangan Stok Vaksin, Minta CSR Perbankan Bantu Stok Oksigen

8
ANTUSIAS: Puluhan warga lanjut usia di Tanahdatar bersemangat mengikuti vaksinasi, kemarin (15/7). Mereka tidak ragu divaksin guna mencegah penyebaran Covid-19.(IST)

Program vaksinasi guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 terus di masifkan di Sumbar. Setelah menyasar pelajar, vaksinasi di tingkat lanjut usia juga dimaksimalkan. Di sisi lain, Pemprov Sumbar meminta agar CSR perbankan atau lembaga keuangan lainnya bisa diarahkan untuk membantu ketersediaan stok oksigen guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 di Sumbar.

Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan untuk program vaksinasi bagi lansia, antusias mereka di Sumbar mulai meningkat dibandingkan awal-awal program vaksinasi bergulir.

“Dengan sosialisasi yang semakin masif dan bukti bahwa masyarakat yang divaksin kondisinya baik-baik saja, bahkan imunnya meningkat, maka antusiasme masyarakat untuk vaksin mulai meningkat termasuk untuk lansia,” katanya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanahdatar, Kamis (15/7).

Wagub berharap dengan antusiasme tinggi itu akan mempercepat tercapainya health immunity sehingga kondisi daerah terutama di bidang perekonomian bisa kembali pulih.


“Selama beberapa hari terakhir saya mengelilingi kabupaten dan kota di Sumbar tidak terlihat lagi adanya penolakan terhadap vaksinasi Covid-19, bahkan pada beberapa daerah masyarakat rela antre untuk mendapatkan vaksin,” katanya.

Sekarang persoalan di Sumbar bukan lagi kesulitan untuk mencari orang yang akan divaksin tetapi kesulitan mendapatkan pasokan vaksin dari pusat karena kondisi saat ini, hampir seluruh daerah di Sumbar sudah mulai kekurangan stok vaksin.

“Kita sudah ajukan permintaan tambahan vaksin ke pusat dan sudah ditanggapi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada tambahan yang sudah sampai ke Sumbar,” ujarnya.

Meskipun program vaksinasi mulai berjalan dengan baik namun Audy mengingatkan agar protokol kesehatan tetap harus dilaksanakan secara ketat karena indikasi masuknya virus Covid-19 varian delta sudah mulai terlihat.

“Varian virus ini lebih berbahaya daripada virus covid sebelumnya. Yang disasar juga bisa anak-anak sehingga kewaspadaan benar-benar harus ditingkatkan,” ucapnya.

Jika memungkinkan ia meminta agar anak-anak usia sekolah juga mulai diberikan vaksinasi supaya pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan.

“Kalau guru-guru rata-rata sudah divaksin tinggal anak-anak sekolah mudah-mudahan juga bisa divaksin secepatnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tanahdatar Eka Putra mengatakan saat ini assesment untuk daerahnya berada pada level tiga karena itu pihaknya betul-betul mewaspadai agar tidak jatuh pada level empat atau lebih tinggi sehingga diterapkan PPKM darurat.

“Kita betul-betul perhatikan indikatornya agar assesment ini tidak meningkat ke level yang lebih tinggi dan kita dikenai kebijakan PPKM darurat,” katanya.

Saat ini, kata Eka Putra, Tanahdatar masih memberlakukan pembelajaran secara daring untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di sekolah. “Kita lihat perkembangan hingga 20 Juli 2021. Kalau memungkinkan kita coba secara bertahap melangsungkan pendidikan tatap muka,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur Audy yang melakukan kunjungan kerja ke daerah itu untuk melihat kesiapan daerah dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ikut dalam rombongan Wagub, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sumbar, Hefdi, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Kepala Balitbang Sumbar, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sumbar, dan Kepala Dinas Pendidikan Tanahdatar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan masker khusus bagi murid SDN 05, SDN 09 dan SDN 16 Kecamatan Limakaum, Tanahdatar.

Baca Juga:  ”Germa Aveksi” Padang Barat, Sukseskan Vaksinasi Atasi Pandemi

CSR untuk Ketersedian Oksigen

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Sumatera Barat ikut berperan mengarahkan dana CSR perusahaan perbankan atau lembaga keuangan lain untuk membantu ketersediaan stok oksigen di Sumbar. Hal itu bertujuan sebagai antisipasi terjadinya lonjakan pasien positif Covid-19.

“Kita membutuhkan seluruh skema yang memungkinkan dalam menjaga ketersediaan stok oksigen ini termasuk melalui dana CSR perusahaan. Kita berharap OJK bisa berperan untuk hal ini,” katanya saat meninjau Vakninasi Massal Perbankan yang bertema “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di BRI Corporate University Campus, Padang (15/7).

Gubernur mengatakan, belajar dari kondisi di Jawa kekurangan oksigen jadi salah satu kendala dalam perawatan pasien Covid-19 karena itu stok dan ketersediaan oksigen di Sumbar harus benar-benar siap untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus.

“Sekarang bahan baku untuk oksigen dari Jawa sudah mulai dikurangi karena itu kita butuh solusi lain dalam menyediakan stok oksigen di Sumbar,” katanya.

Terkait vaksinasi yang dilakukan oleh OJK bersama BRI, Mahyeldi mengapresiasinya karena vaksinasi adalah salah satu upaya untuk meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terpapar virus Covid-19.

Ia mengatakan, Pemprov Sumbar terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi dengan berbagai cara diantaranya bekerjasama dengan TNI polri dan sekarang ada dukungan dari OJK dan pihak perbankan.

“Kita berharap dengan vaksinasi yang masif health immunity bisa segera tercapai sehingga roda perekonomian pun bisa kembali pulih seperti sediakala,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini belum ada ilmu untuk membunuh virus Covid-19 karena itu ada kemungkinan ke depannya virus ini akan tetap ada. Tetapi jika health immunity tercapai manusia bisa hidup berdampingan dengan virus ini seperti halnya dengan virus influenza.

Menurutnya, selain meningkatkan imun dengan cara vaksinasi dan mengkonsumsi makanan yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh juga perlu ditingkatkan keimanan karena Indonesia adalah negara yang berketuhanan.

Sementara itu, Kepala OJK perwakilan Sumbar, Yusri mengatakan vaksinasi yang dilakukan adalah tindak lanjut dari perintah Presiden agar industri jasa keuangan bisa menjadi sentral vaksinasi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan sudah mengalokasikan vaksin bagi OJK dan Bank Indonesia dan industri jasa keuangan sebanyak 10 juta vaksin sampai Desember 2021.
Untuk Kota Padang selama tujuh hari ke depan diharapkan capaian vaksinasi bisa mencapai 10.400 orang.

Vaksinasi yang diberikan oleh OJK tersebut ditujukan bagi BRI BNI, Bank Mandiri, BCA, CIMB Niaga dan pegawainya, keluarganya, nasabah dan masyarakat umum. “Mudah-mudahan dalam tujuh hari ke depan target 10.400 vaksinasi tersebut bisa tercapai,” ujarnya.

Setelah Kota Padang vaksinasi yang diinisiasi OJK itu juga akan dilaksanakan di seluruh kota dan kabupaten di Sumbar dengan target target 16 ribu-17 ribu vaksinasi. Ikut hadir dalam acara vakninasi massal perbankan tersebut Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama, Pimpinan Wilayah BRI Padang, Wahyu Hidayat, Kepala Bank Mandiri Sumbar, Hary Joko Wibowo, Kepala Cabang BCA Padang, Robert Siahaan, Kepala Cabang CIMB Niaga Padang, Theliana, Wadan Lantamal II, Kolonel Marinir, Freddy J.H Pardosi dan Kepala Dinas Kesehatan Padang.(wni)