Mulyadi: Moda Transportasi Kereta Api Sumbar Perlu Diaktifkan

41

Pembangunan di sektor transportasi darat khususnya perkeretaapian perlu didorong. Pasalnya, moda transportasi massal berbasis rel itu berpotensi mendongkrak perekonomian Sumbar.

Hal itu disampaikan calon Gubernur Sumbar Mulyadi, Jumat (16/10/2020). Dia mengatakan, Sumbar memiliki jalur kereta api non aktif. Aset negara itu saling terhubung, mulai dari Kayutanam menuju Padangpanjang, Bukittinggi dan Payakumbuh. Serta Padangpanjang menuju Solok, Sawahlunto, dan Sijunjung.

Menurut Mulyadi, jalur kereta api non aktif itu memiliki potensi yang sangat luar biasa jika diaktifkan kembali dan dikembangkan menjadi moda transportasi darat.

“Jalur kereta api non aktif itu perlu dikembangkan dan dihidupkan kembali untuk dijadikan moda transportasi darat. Sehingga bisa menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat untuk berpergian,” katanya.

Selain bisa membuat kemajuan di bidang transportasi darat, langkah tersebut juga akan mendongkrak pertumbuhan sektor pariwisata Sumbar. Pasalnya, sepanjang jalur kereta api itu melewati berbagai objek wisata seperti Lembah Anai dan Danau Singkarak.

“Masyarakat maupun wisatawan bisa memanfaatkan kereta api itu untuk moda transportasi atau untuk berwisata mengelilingi Sumbar. Nanti masyarakat bisa melihat keindahan Lembah Anai dan Danau Singkarak,” ujarnya.

Baca Juga:  Sejumlah Alumni UNP di Limapuluh Kota Dukung Mualim 

“Nah, ini tentunya bisa mendongkrak pertumbuhan pariwisata kita. Sehingga akan meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah, red) yang berimbas pada pertumbuhan perekonomian masyarakat Sumbar,” sambung Mulyadi.

Pria yang pernah menjabat anggota DPR RI tiga periode ini menambahkan, transportasi yang baik dapat menjadi indikator dari suatu keberhasilan pembangunan. Untuk itu, pemimpin Sumbar ke depan mesti mendorong pembangunan perubahan di sektor transportasi kereta api ini.

Menurut Mulyadi, untuk bisa mengaktifkan kembali dan mengembangkan moda transportasi kereta api itu, perlu sinergitas antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota, serta stakeholder terkait.

Selain itu, perlu dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mulyadi meyakini, langkah ini bisa mendapat persetujuan karena sejalan dengan rencana strategis (renstra) 2020-2024.

“Kemenhub saat ini tengah membangunan lintasan kereta api di Danau Toba sebagai langkah konkret pengembangan pariwisata di sana. Nah kita di Sumbar sudah ada rel kereta api non aktif, tinggal dihidupkan kembali sehingga bisa membangun konektivitas untuk mencapai keseimbangan pembangunan yang berdampak positif untuk kemajuan Sumbar,” pungkas Mulyadi. (idr)