Zul Elfian: Vaksin Aman, Jangan Ragu

Wali Kota Solok Zul Elfian menjalani vaksinasi Covid-19 di Balai Kota Solok, Selasa (16/2). (IST)

Program vaksinasi Covid-19 terus digencarkan di setiap daerah. Kepala daerah pun ikut memberi contoh dengan terlibat langsung program vaksinasi. Seperti di Kota Solok, Wali Kota Solok Zul Elfian dan Wakil Wali Kota Reinier jalani vaksinasi Covid-19 bersama istri, di Kantor Balaikota Solok, Selasa (16/2).

Sebelumnya Wali Kota Solok Zul Elfian pada launching perdana vaksin tidak bisa ikut vaksin karena statusnya sebagai penyintas Covid-19. Lalu, sesuai Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan Nomor : HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, Komorbid dan penyintas Covid serta sasaran tunda boleh ikut vaksinasi.

Maka ia pun memutuskan ikut divaksin bersama istri serta Wakil Walikota Reinier beserta istri yang pada pemberian vaksin pertama belum beberapa waktu lalu dapat ikut.
“Tidak perlu takut, dan tidak perlu ragu lagi untuk menjalani vaksin ini, vaksin ini dijamin aman, steril, dan tidak mendatangkan efek samping,” imbau Zul Efian.

Selanjutnya, semua forkopimda dan elemen terkait di Kota Solok mendukung penuh program vaksinasi tersebut. Sehingga, ke depan masyarakat akan merasa yakin dengan vaksin Sinovac. Vaksin tersebut juga telah bersertifikat halal dari MUI dan aman setelah diteliti oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

Zul Elfian mengungkapkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 dilakukan tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan, namun juga intervensi vaksinasi sebagai bagiannya upaya pencegahan dan pengendalian virus.

“Pemberian vaksinasi tidak mengganti protokol kesehatan, karena itu, mari kita sukseskan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Di Kota Solok, pemberian vaksin akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebanyak 1.522 orang yang merupakan garda terdepan penanganan Covid-19.

Plt Kadis Kesehatan Kota Solok, Dessy Syafril mengatakan, vaksin tersebut merupakan program Pemerintah Pusat yang tentu menjadi harapan untuk memutus penyebaran Covid-19. “Hari ini, (kemarin, red) kita memberikan vaksinasi tahap II sekaligus memberikan sosialisasi, meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah menjamin keamanan vaksin Covid-19,” jelasnya.

Pihaknya sudah menyiapkan petugas khusus yang akan melakukan vaksinasi Covid-19. Rencana nantinya pemberian vaksin akan dilakukan dua kali dalam rentang dua minggu. Sebelum divaksin, calon penerima vaksin harus mengecek kondisi kesehatannya terlebih dahulu, serta harus memenuhi syarat.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan bersama sejumlah pejabat publik juga sudah menjalani vaksinasi dosis kedua, Senin (15/2). Bupati pada kesempatan itu mengucap syukur karena vaksinasi Covid-19 yang ia jalani bersama sejumlah pejabat publik dan tenaga kesehatan berjalan dengan aman. “Alhamdulillah, sampai saat ini kita belum menerima adanya laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi),” ujar bupati.

Ia berharap, hal ini hendaknya dapat meyakinkan masyarakat, bahwa vaksinasi Covid-19 ini aman. Sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk divaksin. Kemudian, untuk pelaksanaan vaksinasi tahap II di Kabupaten Dharmasraya, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan sudah mengirim sasaran vaksinasi sejumlah 6.960 orang. Terdiri dari guru, TNI, polri, DPRD, tokoh Agama, pejabat daerah, ASN, THL, BUMN, BUMD, Satpol PP, pedagang pasar, petugas pariwisata, Organda dan pengemudi ojek.

”Insya Allah, vaksinasi tahap II ini akan kita mulai pada pekan ke empat Februari ini. Untuk itu, ketika vaksin ini sudah kita terima, saya mohon semuanya berpartisipasi demi kesehatan kita bersama. Vaksinasi adalah ikhtiar kita untuk menjaga tubuh supaya lebih kebal terhadap virus Covid-19,” tandasnya.

Di sisi lain, ribuan tenaga pendidik akan menjalani vaksinasi Covid-19 dalam waktu dekat. Saat ini Dinas Pendidikan sedang melakukan pendataan terkait rencana tersebut. Seluruh guru negeri mulai dari jenjang Pandidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMP akan segera divaksin Covid-19.

“Secara keseluruhan guru yang akan divaksin berjumlah sekitar enam ribu orang. Tidak ada pengecualian dalam pemberian vaksin tersebut, seluruh guru harus dilakukan untuk vaksin,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Marius.

Vaksinasi ke-2 di Tanahdatar
Upaya menanggulangi penyebaran Covid-19 juga terus digencarkan oleh Pemkab Tanahdatar. Kemarin (16/2) vaksinasi lanjutan dilakukan dan Dandim 0307 Tanahdatar, Kapolres Tanahdatar, Kasatpol PP, Kadis Kesehatan, Kakan Kesbangpol dan jajaran TNI-polri menjadi yang terdepan divaksin, di UPT Puskesmas Lima Kaum.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Roza Mardiah menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kedua dilaksanakan selepas 14 hari setelah tahap I. “Lanjutan vaksinasi tahap II hari ini untuk mereka yang telah melaksanakan vaksinasi saat pencanangan 2 minggu lalu,” katanya.

Baca Juga:  Besok Presiden Jokowi bakal Lantik Gubernur-Wagub Sumbar Terpilih

Untuk vaksinasi bagi tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 1.474 orang, saat ini masih berjalan. “Data sampai kemarin, sudah 716 orang nakes di vaksinasi tahap I atau masih sekitaran 50% dari sasaran, sedangkan untuk vaksin tahap II sudah ada 9 orang,” katanya.

Sejauh ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Tanahdatar berjalan aman, baik dan lancar. “Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada keluhan berat dari peserta vaksinasi, karenanya kita berharap semua berjalan lancar dan kita targetkan 90% masyarakat kita nantinya bisa di vaksinasi agar terjadi kekebalan kelompok masyarakat nantinya dalam memerangi Covid-19,” tukasnya.

Sementara itu, Kakan Kesbangpol Irwan mengungkapkan, selepas di vaksinasi Covid-19 tahap I, tidak ada hal yang berbeda yang ia rasakan. “Alhamdulillah, semua berjalan baik bagi saya, tidak ada keluhan dan kelainan yang dirasakan, karena itu diimbau masyarakat agar jangan ragu dan takut untuk di vaksinasi,” katanya.

Vaksinasi Nakes Terus Dimaksimalkan
Di Kota Pariaman pencapaian vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) sudah mencapai 60 persen. Awalnya pencapaian rendah karena banyak yang tidak lanjut skrining kesehatan karena hipertensi.

Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi menyebut, pada tahap I sudah 60 persen nakes melakukan vaksinasi. “Alhamdulillah, semakin hari semakin banyak tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Kota Pariaman akan selalu mendukung penuh kegiatan vaksinasi. Ia berharap Kota Pariaman bisa mencapai target melakukan program tersebut. Sehingga penularan Covid-19 bisa terputus.

Sementara itu, Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Senin (15/2) mengikuti pembahasan akselerasi pencapaian vaksinasi Covid-19 secara virtual bertempat di Ruang Media Center Kota Pariaman.

Rapat itu dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono dan diikuti seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia. Dalam rapat tersebut, Dante menyampaikan, sesuai arahan Presiden setiap kepala daerah agar menyukseskan program vaksinasi.

Pemerintah pun menargetkan penyuntikkan vaksin kepada 181,5 juta penduduk di Indonesia untuk mencapai target kekebalan kelompok (herd immunity) demi memutus mata rantai pandemi Covid-19.

Pihaknya melakukan evaluasi terhadap kendala tertundanya vaksinasi. Ternyata yang paling banyak adalah penyintas Covid-19 tidak bisa divaksinasi dan hipertensi. Ia sudah melakukan pertemuan dengan panelis ahli nasional untuk vaksinasi dan akhirnya melakukan pelonggaran terhadap aturan tersebut.

Untuk hipertensi boleh dilakukan kecuali tekanan darah 180/100, diabetes atau kencing manis sepanjang tidak ada komplikasi akut boleh dilakukan vaksinasi. Ia menambahkan, untuk penyitas Covid-19 boleh dilakukan vaksinasi setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.

Ibu menyusui juga dibolehkan melakukan vaksinasi melihat dari kondisi ibu tersebut. Melakukan vaksinasi terhadap ibu menyusui secara tidak langsung juga akan memberikan kekebalan kepada balitanya.

Ia berharap dengan adanya kelonggaran ini, akan lebih banyak lagi masyarakat khususnya tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi sehingga target yang diharapkan bisa tercapai.

Sementara itu, 10 pejabat esensial di Pemkab Pasbar juga melakukan vaksinasi kedua, Selasa (16/2) di RSUD, Jambak. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Jon Hardi mengatakan, 10 pejabat esensial yang vaksin perdana beberapa waktu lalu akan divaksin kembali. Karena vaksinasi Covid-19 harus dua kali dengan rentang 14 hari setelah vaksin pertama dilakukan.

Sementara itu, vaksinasi Covid-19 tenaga kesehatan juga sudah mencapai 54 persen dari 1.840 sasaran vaksin pertama di Kabupaten Pasbar. Pencapaian vaksinasi untuk tenaga kesehatan sudah berjalan baik, walaupun masih belum maksimal.

Karena ketika akan dilakukan vaksinasi ada beberapa faktor yang tidak boleh dilakukan.
Sementara itu, ada surat edaran baru dari Kementerian Kesehatan yang awalnya vaksinasi tidak boleh diberikan kepada orang yang tekanan darahnya tinggi. “Sekarang sudah boleh, tensi 180 boleh divaksin. Flu biasa boleh divaksin. Ibu menyusui sudah boleh di vaksin,” ujarnya.

Untuk vaksinasi tahap berikutnya, yang akan menyasar TNI, polri, guru, Pol PP, PNS, pedagang, pegawai bank. “Saya tekankan kepada masyarakat, bahwa pejabat dan tenaga kesehatan yang telah divaksin aman-aman saja. Semoga, dengan ini rasa takut masyarakat untuk divaksin berkurang,” kata Jon Hardi. (f/nia/roy/ita/stg)

Previous articleDua Dinas Disidak, tak Ada Pegawai Bolos
Next articleRumah Bibit Lestari Batang Kabung, Sediakan Bibit Cabai Berkualitas