Hutama Karya Bantu Panti Asuhan Bundo Saiyo Padang

PT. Hutama Karya (Persero), pelaksana proyek jalan tol ruas Pekanbaru-Padang Seksi Sicincin-Padang, Sumbar memberikan bantuan kepada Panti Asuhan Bundo Saiyo, Minggu (17/5/2020).

Penyerahan bantuan berupa uang tunai itu wujud kepedulian perusahaan dalam membantu warga panti. Apalagi saat ini, warga panti yang beralamat di Balaigadang, Kototangah ini tengah isolasi mandiri akibat ada pengurus positif korona.

Project Director PT. Hutama Karya Marthen Robet Singal menyampaikan penyerahan bantuan ini diwakili Tim Satgas Covid-19 SICIPA.

Pihaknya turut prihatin dengan kondisi yang dialami warga panti. Dia mewakili perusahaan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban dari warga panti ini. Apalagi sebentar lagi juga mau Lebaran, tentu kebutuhan meningkatkan.

Diharapkannya bantuan ini bisa digunakan dengan baik. Pihaknya menyerahkan bantuan ini pada pengelola panti karena apa kebutuhan di panti tentu diketahui oleh pengelola.

“Boleh juga digunakan untuk kebutuhan jelang Lebaran, persiapan untuk sekolah dan lainnya. Yang terpenting bisa digunakan dengan baik. Kebutuhan warga panti, tentu pengelola yang tahu pasti,” katanya.

Disebutkannya bantuan berupa uang tunai itu diyakini dapat memenuhi kebutuhan warga panti hingga sebulan ke depan.

Di sisi lain, PT. Hutama Karya juga telah melakukan banyak kegiatan sosial. Tak hanya di Padang, namun di Sumbar.

Seorang pengurus Panti Asuhan Bundo Saiyo, Novel Indra Yanti menyebutkan tercatat 45 orang anak termasuk pengurus berada di panti tersebut. Mereka juga sudah seminggu mengisolasikan diri.

Dirinya mengakui memang sudah ada yang memberikan bantuan untuk kebutuhan sahur dan berbuka, namun itu hanya cukup beberapa hari ke depan saja.

Ia berharap, ada dermawan yang membantu makanan bergizi dan vitamin ataupun susu bagi anak-anak panti.

”Untuk saat ini kami sudah bersyukur ada yang membantu, tapi tidak mungkin juga setiap hari makan mie. Kami sangat berharap ada yang membantu makanan bergizi ataupun buah-buahan,” ucapnya.

Menurut Novel, penghuni panti asuhan tersebut kebanyakan yatim piatu dan juga keluarga kurang mampu. Sehari-hari kegiatan anak-anak di panti seperti shalat berjemaah.

Puluhan anak panti asuhan tersebut mulai dari usia delapan tahun. Saat ini, keberlangsungan hidup di panti bergantung terhadap para donatur. (rel/eka)