Perkuat Peran Bundo Kanduang, Dinas Kebudayaan Sumbar Adakan Bimtek

7

Bundo Kanduang harus berperan kuat di dalam keluarga dan lingkungan adat, terutama di era modern ini. Mewujudkan itu, Dinas Kebudayaan Sumbar menggelar bimtek di Ocean Hotel, Selasa (14/6).

”Bundo Kanduang memiliki tugas untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah daerah (pemda) tentang budaya Adat Minangkabau, bagaimana cara melestarikan adat dan sarak,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Syaifullah, mewakili Gubernur Sumbar.

Hadir Kabid Sejarah Adat dan Nilai-nilai Tradisi Fadhli Junaidi, Anggota DPRD Sumbar Nela Abdika Zamri, dan Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Gadang Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, serta tamu undangan.

Kegiatan bertujuan memberikan pencerahan kepada Bundo Kanduang agar bisa memaksimalkan peran sebagai Bundo Kanduang. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, 14-17 Juni 2022.

Ia menambahkan, koordinasi bersama Kembaga Kajian Nasional (LKN) dalam menertibkan fungsi adat harta dan kekayaan nagari yang berhubungan dengan wanita. Lalu menyelesaikan masalah kasus-kasus yang berkaitan dengan adat dan sarak.

”Peserta menerima materi dari narasumber, melakukan diskusi untuk memaksimalkan peran sebagai Bundo Kanduang,” ucapnya.

Syaifullah berharap para Bundo Kanduang yang hadir mengikuti kegiatan, dapat mengimplementasikan di daerah masing-masing. Dimulai dari diri sendiri, keluarga terdekat. Kemudian dalam konteks yang lebih luas, seperti kaum dan nagari.

”Dan juga pastinya dari materi-materi yang disampaikan menjadi masukan bagi kita untuk ditindaklanjuti menjadi program kerja,” harapnya.

Baca Juga:  Nevi Letakkan Batu Pertama, Revitalisasi Pasar Serikat Lubuk Basung

Anggota DPRD Sumbar Nela Abdika Zamri menyebut, acara ini diadakan untuk mengingatkan kembali peran Bundo Kanduang. ”Jangan sampai anak-anak mengikuti pengaruh dunia luar, sehingga melupakan adat dan budaya Minang,” katanya.

”Bundo Kanduang harus belajar lebih banyak ilmu, tidak terkecuali ilmu teknologi yang sekarang juga tengah berkembang,” ucapnya.

Kabid Sejarah, Adat dan Nilai-nilai Tradisi Fadhli Junaidi mengatakan, selama 4 hari Bundo Kanduang disuguhkan ilmu dari pemateri yang berbeda. “Semoga hal ini dapat menambah ilmu dan meningkatkatkan peran Bundo Kanduang di ranah Minang,” jelasnya, kepada Padang Ekspres, Minggu (19/6).

Pemateri selain Nela Abdika Zamri, yaitu Bundo Kanduang Provinsi Sumbar Raudha Thaib, akademisi Unand Selfi Mahat Putri, Emeraldy Chatra, dan Anton Rosari, serta akademisi UIN Imam Bonjol Padang Yulizal Yunus.

”Bundo Kanduang Sumbar menjelaskan materi terkait penguatan peran Bundo Kanduang dalam keluarga dan kaum. Materi ini disampaikan Kamis (16/6),” sebutnya.

Hari kedua disampaikan materi terkait Bundo Kanduang sebagai jembatan sejarah kepada generasi muda, dan materi terkait mambangkik tradisi bacarito dalam pelestarian sejarah Minangkabau.

”Pada hari ketiga itu para Bundo Kanduang disuguhkan materi terkait peranan dan kedudukan Bundo Kanduang dalam pelestarian sejarah Minangkabau, dan ilmu terkait peran Bundo Kanduang dalam permasalahan sengketa tanah ulayat dalam masyarakat,” tambahnya pada acara pembukaan yang menampilkan tarian tradisional Minang. (cr4)