Jadi Dewan Pembina JMSI Sumbar, Nevi Zuairina Ajak Perangi Hoax

13

Nevi Zuairina yang kini sebagai Ketua Dewan Pembina Jaringan Media Seluruh Indonesia (JMSI) Sumatera Barat sejak tanggal 11 Oktober 2020, mengajak seluruh anggotanya untuk menjadi media online yang profesional.

Menurut Nevi, kini banyak tumbuh media siber di Tanah Air. Merebaknya media online ini mulai bergeliat dimulai sejak era reformasi yang membuka kran kebebasan mendirikan media siber. Kondisi ini tentu menimbulkan persaingan antar media. ”Saya berharap agar persaingannya profesional dan jangan sampai menjadi media online penyebar hoax,” kata anggota DPR RI dari PKS ini.

”Saya akan konsen terhadap persoalan media ini. Untuk itu pada setiap kegiatan diskusi, dialog untuk menemukan kebaikan-kebaikan, saya akan hadir pada acara JMSI Sumbar”, katanya.

Politisi asal Ranah Minang ini mengharapkan, seluruh media online di bawah naungan JMSI Sumatera Barat untuk menjadi media yang menjunjung tinggi sepuluh pedoman media siber, kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Pokok Pers.

Nevi berpendapat, ketika semua pedoman dan kode etik dijunjung tinggi, akan menekan drastis hal-hal yang dapat menimbulkan keresahan. Tantangan hoax pada dunia siber ini menurutnya sungguh sangat berat. Rakyat Indonesia masih perlu terus belajar memilih dan memilah semua informasi yang beredar di sosial media.

Baca Juga:  Rakernis, BPTD Wilayah III Sumbar Himpun Rencana Kerja 2022

Legislator Sumbar II ini berkeyakinan, teman-teman JMSI akan mampu minimal membendung beredarnya hoax yang merangsek sosial media. Kita mengakui bahwa kecepatan sosial media kini telah melampaui kecepatan media mainstream. Untuk itu, sebagai kontrol dan pengendali, media online sangat perlu menjadi identitas media yang akurat dan terpercaya.

”Saya mengajak semua temen-temen media yang tergabung di JMSI Sumbar, ayo kita perangi hoax. Semampu kita, Sekuat tenaga kita. Mudah-mudahan ini menjadi misi mulia kontribusi media online di Sumbar untuk rakyat Sumbar khususnya, dan untuk rakyat Indonesia pada umumnya,” tutup Nevi Zuairina. (rdo)