Jadi Pemateri Diklat HIPMI, Mulyadi: UMKM Perlu Diberi Stimulus

18

Calon Gubernur Sumbar Mulyadi menjadi pemateri pada Pendidikan dan Latihan Cabang (Diklatcab) dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Badan Pengurus Cabang (BPC) Kota Padang.

Pada kesempatan ini Mulyadi berbicara terkait revitalisasi sektor UMKM. Di hadapan anggota HIPMI Kota Padang, Mulyadi menyampaikan bahwa sektor UMKM merupakan sektor yang penting untuk peningkatan ekonomi. Sehingga sektor ini menjadi fokus dirinya yang saat ini menjadi salah satu cagub pada Pilgub Sumbar 2020.

“UMKM merupakan sektor utama penguat ekonomi Indonesia. Saya sangat tertarik membahas UMKM. UMKM bagian yang tidak bisa kita tawar-tawar untuk kita dorong dan kita kembangkan ke depan,” ucap Mulyadi di Hotel Bumiminang, Kota Padang, Sabtu (17/10/2020).

Dia menyoroti terkait kondisi pandemi sekarang yang berdampak luas pada sektor UMKM. Penelitian LIPI tahun 2020 penjualan UMKM turun dengan angka yang sangat fantastis akibat pandemi hingga 94,7 persen. Khusus Sumbar di Kota Padang puluhan ribu UMKM menjerit akibat pandemi.

Ia mengatakan, hal seperti itu tidak bisa dibiarkan. Menurut dia, pemerintahlah yang harus bertanggung jawab pada kondisi yang sulit saat ini.

“Di sini harus hadir pemerintah. Apabila negara dalam keadaan darurat, negara harus hadir membantu rakyatnya. Pemerintah adalah representasi dari negara, untuk memperlihatkan negara hadir salah satunya adalah membantu sektor UMKM,” jelas Mulyadi.

Baca Juga:  Ali Mukhni: Perbaikan Hidup Para Petani-Nelayan jadi Prioritas Mualim

Mulyadi menuturkan produk UMKM Sumbar salah satu yang paling unggul. Baik dari hasil kerajinan maupun kuliner yang berbasis budaya yang sangat menarik dan punya filosofi yang tinggi dari budaya Minangkabau.

Pria kelahiran Bukittinggi ini mengatakan, dalam kondisi UMKM sekarang harus ada stimulus khusus bagi sektor UMKM. Mengalokasikan dana khusus dari APBD agar UMKM tidak terlalu jatuh dan bangkit dari serangan pandemi.

“Harus ada stimulus bagi UMKM yang ada dalam kondisi kritis. Covid bukan hanya soal kesehatan, tapi juga masalah ekonomi. Pemerntah harus mengalokasikan dana untuk membantu UMKM,” ujarnya.

Selain bantuan, menurut Mulyadi UMKM harus melakukan kemitraan dengan pengusaha besar. Membangun pola yang saling menguntungkan bagi UMKM dan pengusahan besar.

“Ada pola kemitraan antara yang besar dan kecil. Pengusaha besar harus melakukan pembinaan kepada UMKM yang kecil. Baik itu pembinaan mutu maupun perlindungan UMKM sehingga terjadi kerjasama yang saling menguntungkan. Bukan saling mematikan,” katanya.

Hadir pada Diklat dan Rakercab Ketua HIPMI Kota Padang, Muhammad Roxas dan seluruh anggota HIPMI Kota Padang. HIPMI sendiri pada Diklatcab dan Rakercab juga mengangkat tema HIPMI Peduli UMKM. (idr)