7.679 Sopir, Kernet hingga Tukang Becak Terima Insentif Rp 600 Ribu

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto menyerahkan secara simbolis bantuan Program Keselamatan 2020 Korlantas Polri. (Foto:Humas Polda)

Sebanyak 7.679 orang pekerja di sektor transportasi yang terdampak secara ekonomi akibat virus korona (Covid-19), diberikan bantuan sosial oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar.

Bantuan sosial Program Keselamatan Korlantas Polri tersebut, berupa insentif Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan, sekaligus pelatihan pencegahan penularan Covid-19 serta pelatihan peningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam berlalu lintas.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto merinci, 7.679 mitra lalu lintas Ditlantas Polda Sumbar itu terdiri dari sopir taksi 421 orang, 229 sopir bus termasuk bus pariwisata, 550 sopir angkot. Lalu, 314 sopir travel, 3.002 sopir truk, 150 sopir andong, 104 tukang becak, dan kernet 2.999 orang.

“Para sopir yang menerima bantuan sosial ini diberikan buku rekening BRI. Penyalurannya nanti, langsung dari Korlantas Polri yang mengirimkan bantuan uang tunai ke nomor rekening mereka,” kata Kombes Pol Satake Bayu, Sabtu (18/4/2020).

Dia menyampaikan bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto itu, bisa dicairkan penerima dalam bentuk uang tunai melalui rekening masing-masing.

“Atau bisa juga ditukar dengan kebutuhan pokok seperti sembako di toko-toko yang telah bekerja sama dalam program ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Kombes Pol Satake memaparkan, untuk di wilayah hukum Polda Sumbar, data pekerja sektor transportasi yang menerima bantuan sosial Program Keselamatan 2020 ini, antara lain diperoleh dari Ditlantas Polda Sumbar 319, Polresta Padang 500 orang, dan Polres Kepulauan Mentawai 150 orang.

Selanjutnya, dari Polres Bukittinggi, Padangpanjang, Pariaman, Padangpariaman, Tanahdatar, Agam, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Solok Kota, Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Sawahlunto, Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pariaman, dan  Pasbar, masing-masing 400 orang pekerja sektor transportasi.

Program Keselamatan 2020 dirancang Korlantas Polri resmi diluncurkan, pada Rabu (15/4/2020) oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono. Program Keselamatan 2020 ini respons Polri atas kebijakan Presiden Jokowi dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Program ini menyasar mitra lalu lintas yang terdampak Covid-19, seperti pengemudi bus, taxi, truk, angkot, ojek konvensional, andong, becak, kernet, bajaj atau bemo dan rental.

Para pengemudi ini akan menerima bantuan sosial yang dikombinasikan pelatihan penanganan pencegahan Covid-19 serta pelatihan peningkatan kemampuan dan pengetahuan dalam berlalu lintas.

Peluncuran program ini ditandai penandatanganan MoU antara Polri yang diwakili Kakorlantas Irjen Pol Istiono bersama Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN BRI, Agus Noorsanto, di gedung NTMC Polri, Jakarta.

“Ada 197.256 orang yang sudah terdata oleh kepolisian di seluruh Polda untuk mendapat bantuan Program Keselamatan. Nantinya ada bantuan yang kami berikan berupa uang sebesar 600 ribu perbulan selama tiga bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” ucap Istiono seperti dikutip dari JawaPos.com (Grup Padek.co). (esg)