Tim Gugus Tugas Sumbar Gencar Lakukan Tracking

Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyudin melakukukan pengecekan di posko perbatasan beberapa waktu lalu.

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten/kota di Sumbar terus gencar melakukan tracking atau penelusuran dari pasien yang sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif. Ini sebagai upaya memutus mata rantai virus korona atau Covid-19 sendiri.

Di Pesisir Selatan, misalnya. Sebanyak 22 warga yang pernah kontak langsung dengan pasien ke-17 positif Covid-19 dinyatakan negatif. Hal itu berdasar hasil uji Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang.

“Ke-22 orang tersebut sebelumnya telah menjalani karantina di Rusunawa Kampung Muaro, Nagari Painan Selatan, sejak Rabu (13/5). Dengan keluarnya hasil swab itu, ke-22 warga tersebut diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pessel, Rinaldi.

Ia menambahkan, saat ini orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP) yang masih menjalani karantina di Rusunawa tersebut tersisa sebanyak 8 orang lagi. Rinciannya terdiri dari enam orang hasil tracking kasus ke-17, satu orang dari Nagari Lumpo karena pernah kontak dengan pasien positif di Kota Padang. “Satu lagi warga Painan yang baru saja datang dari Jakarta,” sebutnya.

Hingga kini belum ada penambahan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pessel. Jadi jumlah pasien positif tetap sebanyak 17 orang. Rinciannya, sembuh sebanyak sebelas orang, meninggal satu orang. Sedangkan yang masih dirawat atau dikarantina sebanyak lima orang.

“Lima orang yang dirawat itu diantaranya satu orang dirawat di RS Ahmad Mukhtar Bukittinggi, satu orang di Balai Diklat BPSDM Sumbar di Padang Besi, dan tiga orang lagi di Bapelkes Sumbar,” jelasnya.

Sementara itu, 17 pasien dalam pengawasan (PDP) yang ada di daerah itu, 10 orang di antaranya dirawat RSUD dr M Zein Painan, dua orang di RSUP M Djamil Padang, empat orang isolasi mandiri di rumah, dan satu dikarantina di Rusunawa.

Orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 322 orang. Selesai masa pemantauan 315 orang, dan sisanya masih dalam pemantauan. Selanjutnya orang tanpa gejala (OTG), total 476 orang, selesai pemantauan, 378 orang dan masih dalam proses pemantauan sebanyak 9 orang.

Lima Positif

Di Kabupaten Solok Selatan, 308 sampel swab orang yang diuji, mereka terdiri dari tenaga kesehatan, pejabat dan masyarakat. Dari uji swab itu, 5 dinyatakan positif Covid-19 dan 303 orang hasilnya negatif.

Rincian 308 sampel itu, 287 sampel diambil dari orang tanpa gejala (OTG) yang memiliki kontak langsung dengan pasien yang diumumkan positif. Kemudian 21 sampel lainnya berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP).

Ke-5 orang dinyatakan terinfeksi positif Covid-19 tersebut, 4 di antaranya orang dalam pemantauan (ODP). Satu dari 2 pasien dalam pengawasan (PDP) terinfeksi Covid, dan 363 orang lainnya berstatus notifikasi. Kemudian yang telah selesai notifikasi sebanyak 4.238 orang, selesai ODP 131 orang dan selesai PDP sebanyak 16 orang.

“Sabtu lalu, dari hasil tracking telah dilakukan pengiriman 25 sampel swab ke Laboratorium Unand dan akan diumumkan beberapa hari lagi,” sebutnya.

Ia berharap masyarakat yang merasa pernah kontak dengan salah satu dari lima pasien positif Covid di Solsel, segera melapork ke Puskesmas terdekat. “Ini untuk memutus mata rantai penyebaran wabah,” bebernya.

Sementara itu, lima pasien positif Covid yang merupakan satu keluarga itu, saat ini kondisi kesehatannya sudah semakin membaik. Empat di antaranya di isolasi di BPSDM Sumbar dan satu lainnya dirawat di RSAM Achmad Mukhtar Bukitinggi. “Untuk kasus kematian sebanyak 4 orang. Satu orang diantaranya berstatus ODP dan 3 lainnya berstatus PDP,” tuturnya.

OTG Jalani Tes Swab

Di Kota Pariaman, sebanyak delapan warga Pariaman yang masuk dalam daftar orang tanpa gejala (OTG) menjalani tes swab kemarin. Ke delapan OTG itu pernah kontak dengan pedagang Pasar Raya Padang yang saat ini positif Covid-19.

“Berita awal yang kontak dengan warga Padang yang positif Covid-19 itu ada 12 orang. Setelah kami cek kembali ternyata 9 orang yang kontak dekat, jaraknya kurang dari 1 meter dan bersalaman dengan yang positif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Syahrul.

Nah, dari 9 orang yang kontak cukup dekat tersebut, hanya delapan orang yang menjalani pemeriksaan atau diambil swab-nya. Satu orang lagi saat itu sedang dalam perjalanan ke Kota Padang. Namun tenaga medis akan kembali mengecek yang satu orang tersebut untuk diambil swab.

Ia menjelaskan sembilan orang itu kontak dengan seorang pedagang di Pasar Raya Padang yang ter nyata positif Covid-19. Pedagang tersebut datang ke Kota Pariaman saat melayat salah seorang kerabatnya meninggal dunia di Kota Pariaman.

Delapan warga yang masuk daftar OTG tersebut saat ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing. Mereka tidak hanya berasal dari satu desa namun dari berbagai desa dan kelurahan di Kota Pariaman.

Syahrul menyebut saat ini memang mengkhawatirkan ada penyebaran melalui cluster Pasar Raya Padang. Karena memang masih banyak warga Pariaman yang beraktivitas di Padang dan sebaliknya.

Untuk warga 4 warga Pariaman yang masuk dalam daftar pasien dalam pengawasan (PDP) sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Pariaman namun tetap menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Sementara itu Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin turun langsung mengecek kondisi lapangan dengan semakin tingginya tingkat kunjungan ke Kota Pariaman. Selain empat titik posko perbatasan yang sudah ada seperti Balai Kuraitaji, Sunur, Sampan, dan Padang birik-birik.

Mardison juga minta perketat penjagaan di beberapa titik posko kecil yang ada di perbatasan Kabupaten Padangpariaman dengan Kota Pariaman. Seperti posko di Desa Cubadak Mentawai, Koto Marapak.

Dalam waktu dekat ada beberapa titik lagi posko yang akan dibangun untuk memeriksa orang dan pengendara yang akan masuk ke Kota Pariaman. Ia mengapresiasi petugas posko Covid-19 yang telah bertugas siang malam tanpa kenal lelah. (yon/tno/nia)