Peta Peluang Investasi 2021, Sumbar Ajukan Produk Pertanian

20

Menteri Investasi/‚ÄčKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi/ Badan koordinasi penanaman modal (BKPM) Nurul Ichwan mengatakan rapat koordinasi yang digelar adalah awal penyusunan peta peluang investasi proyek strategis yang akan ditawarkan pada 2021.

“Ini arahan Presiden pada Menteri untuk menyiapkan informasi komprehensif tentang peluang investasi di daerah untuk ditawarkan pada investor potensial. Kemudahan ini akan memudahkan investor mengambil keputusan menanamkan investasi di Indonesia,” kata Nurul saat Rakor tentang Peta Peluang Investasi secara virtual di ruang rapat Gubernur Sumbar Jumat (18/6/2021).

Outputnya, kata Nurul, berbentuk profil proyek Feasibility Study, infografis, informasi proyek berbasis partial untuk ditampilkan di web hingga bisa diakses publik.


Tahun 2021 disiapkan 25 peluang investasi yang tersebar pada 20 provinsi. Sektornya di antaranya pariwisata, pengembangan kawasan dan industri yang terintegrasi serta kawasan penunjangnya.

Ia mengatakan pada 2020 ada 23 proyek di 16 provinsi yang disediakan dengan anggaran sekitar Rp80 Miliar. Dengan anggaran itu total nilai investasinya bisa mencapai 102,7 Triliun. Diharapkan tahun ini akan bisa lebih besar lagi.

Pemaparan Deputi Nurul Ichwan didengar bersama oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan Menteri Investasi/‚ÄčKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia.

Bahlil Lahadalia kemudian meminta pemprov menyiapkan feasibility study dan mencarikan investor untuk pengembangan industri produk pertanian Sumbar.

“Industri kelapa, gambir, kakao dan kopi ini langsung menampung hasil pertanian dari masyarakat. Seperti yang dipaparkan pak gubernur, hal ini memang perlu dukungan. Siapkan Feasibility Study dan carikan investor,” kata Bahlil kepada deputinya.

Baca Juga:  Pemprov Sumbar Bahas Tarif Batas Atas-Bawah PDAM

Bahlil mengatakan, pertumbuhan ekonomi dengan menggenjot investasi memang menjadi target tapi hal itu tidak akan banyak artinya jika tidak merata. Jadi investasi yang didukung tidak hanya yang besar, tetapi juga UMKM yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Investasi itu harus ada multiplier effect-nya pada UMKM dan masyarakat juga.

Menteri Investasi bahkan langsung mengagendakan untuk datang ke Sumbar pada 26 Juni 2021 untuk menggelar rapat koordinasi.

Dalam rakor ini, Gubernur Sumbar Mahyeldi memang meminta dukungan terhadap pengembangan industri produk pertanian Sumbar.

“Pada RPJMD 2021-2026 Sumbar akan fokus pada bidang pertanian secara luas, pariwisata dan pendidikan. Kami berharap dukungan terutama untuk pengembangan industri produk pertanian,” kata Mahyeldi.

Gubernur juga mengatakan Pemprov Sumbar telah mengalokasikan anggaran 10 persen khusus untuk pertanian. Hal itu dilakukan karena 57 persen penduduk Sumbar berprofesi sebagai petani dan 24 persen PAD berasal dari sektor pertanian.

Namun hal itu masih belum cukup. Perlu dukungan yang lebih besar agar potensi yang tersedia bisa terus berkembang dan menyerap tenaga kerja di daerah.

“Potensi yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah industri pengolahan kelapa, industri pengolahan kopi arabika, industri pengolahan gambir dan kakao,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi katakan, bahan baku untuk tiga komoditas ini tersedia melimpah karena didukung luas lahan yang sangat besar. (hms)