Kasus Covid-19 Terus Melandai, Angka Kesembuan Pasien Positif Tinggi

10
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.(IST)

Kasus positif Covid-19 di Sumbar terus melandai. Dalam sepekan terakhir tercatat hanya belasan penambahan kasus. Selain itu, angka kesembuhan pasien juga lebih tinggi dari pertambahan kasus dalam satu hari.

Seperti kemarin (17/10), terjadi penambahan 12 kasus. Total telah 89.643 orang warga Sumbar terinfeksi Covid-19.

Sementara pasien sembuh bertambah 32 orang, sehingga total sembuh menjadi 87.093 orang. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, 12 kasus positif kemarin rinciannya yakni dari Kota Padang 11 orang, Kabupaten Pasaman Barat 1 orang.

“Artinya, ada 17 daerah yang tidak mencatatkan penambahan kasus Covid-19 kemarin,” ujar Jasman.

Menurutnya, pertambahan kasus Covid-19 di Sumbar dalam beberapa hari terakhir terus melandai. Hal itu menunjukan upaya yang dilakukan pemerintah untuk pencegahan penyebaran sudah berhasil.

Ia menambahkan, dari perkembangan kasus Covid-19 hingga kemarin, kasus Suspek dengan total 109 orang, dirawat sebanyak 56 orang dan osolasi mandiri sebanyak 53 orang.

”Untuk itu kita meminta masyarakat tetap jaga kesehatan, patuhi prokea dan sukseskan program vaksinasi sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” pungkasnya.

Targetkan 50 Persen Akhir Tahun

Di sisi lain, Pemprov Sumbar menargetkan 50 persen pencapaian vaksinasi hingga akhir Oktober 2021. Target itu telah disampaikan kepada bupati dan wali kota se-Sumbar dalam bentuk perencanaan Gebyar Vaksinasi.

“Kita meminta bupati dan wali kota membuat perencanaan Gebyar Vaksinasi Covid-19 dengan target stok vaksin yang ada di kabupaten/kota habis pertanggal 30 Oktober ini,” ujar Wakil Gubernur, Audy Joinaldy dalam suratnya beberapa waktu lalu.

Dalam surat tertanggal 14 Oktober 2021 itu, Audy juga menyampaikan laporan jadwal pelaksanaan Gebyar Vaksinasi Covid-19. Sekaligus mengharapkan bupati dan wali kota juga melaporkan capaian vaksinasi Covid-19 setiap harinya kepada gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi ikut menambahkan, capaian vaksinasi Sumbar hingga saat ini masih dalam kisaran 26,71 persen. Namun target bisa mencapai 50 persen hingga akhir bulan ini dari jumlah sasaran 4.408.509 jiwa.

“Kita meneruskan surat ini kepada bupati dan wali kota agar ada dorongan dalam percepatan peningkatan capaian vaksinasi di Sumbar. Butuh semangat bersama untuk mencapai target ini,” tutur Arry.

Dikatakan Arry, data vaksinasi tahap 1 di Sumbar hingga per 14 Oktober 2021 baru mencapai 1.177.656 jiwa, dan vaksin tahap 2 baru mencapai angka 594.568 jiwa. Sesuai data yang ada, masyarakat masih perlu didorong untuk berperan aktif menyukseskan program vaksinasi ini.

Baca Juga:  Bupati Solok Pimpin Upacara HUT RI & Beri Beasiswa di Puncak Gunung Talang

Kemudian, sisa stok vaksin di Dinkes Sumbar per tanggal12 Oktober 2021 yakni 166.220 dosis. Jumlah itu terdiri dari, Vaksin Sinovac 5.500 dosis, Vaksin Coronavac 98.732 dosis, Vaksin Astrazeneca 4.960 dosis, Vaksin Moderna 112 dosis, dan Vaksin Pfizer 56.916 dosis.

Sukseskan Gebyar Vaksinasi

Untuk meningkatkan capaian vaksin di Kota Pariaman, Pemerintah Kota Pariaman tekah melaksanakan bebyar percepatan vaksinasi bagi masyarakat umum dan pengunjung Pantai Gandoriah yang bertempat di Panggung Utama Pantai Gandoriah Kota Pariaman.

Genius Umar usai meninjau pelaksanaan kegiatan itu, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan kerjasama Pemerintah Kota Pariaman dengan Polres dan Kodim 0308 Pariaman.

“Tingkat capaian vaksinasi di Kota Pariaman saat ini baru 32 %. Artinya masih jauh dari target dan ini menjadi tugas Pemko Pariaman bersama stakeholder. Oleh karena itu solusi terbaiknya adalah gebyar percepatan vaksinasi Covid-19. Hari ini dilaksanakan di 3 (tiga) titik, pertama di Pantai Gandoriah, MTSN 1 dan SMK 3 Pariaman, “ ungkapnya.

Genius mengucapkan terimakasih kepada Polda Sumbar dan Polres Pariaman yang banyak membantu dalam pelaksanaan vaksinasi. kemarin (17/10) lebih kurang 1000 orang ikut melakukan vaksin.

“Semakin banyak orang yang mengalami Herd Immunity akan berdampak bagi lingkungan sosialnya yaitu melindungi kelompok masyarakat yang bukan merupakan sasaran imunisasi dari penyakit atau virus yang menyerang,” ujarnya.

Sebelumnya Pemko Pariaman

Tidak hanya itu, Pemko Pariaman juga akan melakukan vaksinasi mobile sampai ke tingkat desa dan kelurahan se Kota Pariaman bahkan sosialisasi vaksinasi untuk ibu hamil dan menyusui juga telah dilakukan Pemko Pariaman beberapa hari yang lalu.

“Pada gebyar percepatan vaksinasi Covid-19  ini, masyarakat bisa memilih mau mendapatkan vaksin jenis apa karena saat ini Pemko Pariaman telah menyediakan 2 (dua) jenis vaksin yaitu Sinovac dan Moderna,”ujarnya.

Untuk status Kota Pariaman saat ini sudah berada di level 2 artinya sudah mulai memasuki zona hijau. “Semoga saja dengan lebih gencarnya kita melakukan sosialisasi, masyarakat di Kota Pariaman akan semakin menyadari bahwa vaksin tersebut penting untuk diri sendiri,” ujarnya. (wni/nia/eni)