Andre Rosiade: BUMN Dorong Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

27

Andre Rosiade menjadi keynote speech diskusi “BUMN Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional di Kota Padang, Sumbar”.

Pandemi Covid-19 telah membawa ketidakpastian terhadap perekonomian nasional dan global. Untuk itu, Pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satunya dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Alhamdulillah, adanya program PEN tersebut, perekonomian Indonesia perlahan-lahan membaik. Dapat tumbuh hingga 7,07% pada triwulan II 2021,” sebut Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade saat menjadi keynote speech pada kegiatan diskusi “BUMN Sebagai Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional di kota Padang, Sumatera Barat” di Hotel Mercure, Padang, Jumat (17/12).

Ia menegaskan, kontribusi BUMN untuk perekonomian nasional sangat besar. Saat ini BUMN berjumlah 142 perusahaan dengan total aset Rp8.092 triliun dan bidang usaha beraneka ragam. Total aset BUMN tersebut jauh melebihi aset super holding company Temasek (Singapura) yang bernilai Rp1.112,59 triliun dan Khazanah (Malaysia) sebesar Rp463,59 triliun.

Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, jelas Andre, BUMN telah ikut berkontribusi menambah pundi penerimaan negara hingga Rp3.295 triliun. Pendapatan yang disetorkan BUMN berasal dari dividen, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), lainnya dan pajak.

BUMN kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini, telah menunjukkan peran yang strategis dalam pembangunan infrastruktur antara lain membangun jalan tol, beberapa bandara/pelabuhan, jalur/stasiun kereta api, melaksanakan program 35 gigawatt dan menciptakan harga BBM di Papua sama dengan pulau Jawa.

“Hal ini meningkatkan percepatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Indonesia serta membuka akses wilayah sehingga memperlancar distribusi barang/jasa,” tandas Andre.

Andre menjelaskan, Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003, di dalamnya disebutkan bahwa BUMN memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Maksud dan tujuan pendirian BUMN lanjut Andre, adalah memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional termasuk menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak.

Kemudian, kata Andre lagi, menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi, turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.

“Karena itu, Peranan BUMN sangat signifikan, baik melalui sumbangan pajak dan dividen bagi negara, penyerapan tenaga kerja, maupun belanja modal yang menimbulkan efek berantai bagi roda perkonomian,” papar ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Baca Juga:  Kenalkan K2 pada Generasi Muda, PLN Sosialisasi K2 di Sekolah Menengah

Menurut dia, satu hal penting yang harus diperhatikan betul adalah soal tata kelola BUMN yang mesti mengimplementasikan Good Corporate Governance (GCG), sehingga kinerja BUMN diharapkan bisa mencapai titik yang maksimal.

“Semakin baik implementasi GCG di sebuah perusahaan, maka akan semakin tertata pengelolaan korporasi, sehingga bisa mencapai target-target kinerja yang telah ditetapkan. Dengan terlaksananya GCG, maka kehadiran BUMN diharapkan dapat mewujudkan keadilan sosial dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur dia.

Sementara itu, narasumber diskusi yang juga dosen Universitas Andalas (Unand), Ilham Aldelano Azre, menegaskan, pandemi COVID-19 memporak-porandakan perekonomian sebagian besar negara-negara di dunia.

Namun demikian, menurut dia, Indonesia masih bisa bertahan atau survive cukup lama bila dibandingkan negara-negara lain di dunia. “Kita contohkan Malaysia lockdown-nya sampai kekurangan makanan. Kita masih bisa mengatasinya,” ujar dia.

Pemerintah kata dia, menunjuk Kementerian BUMN sebagai ketua komite pemulihan ekonomi nasional (PEN). Komite ini bertujuan untuk menjaga agar ekonomi Indonesia ini dapat bertahan dari gempuran corona.

Ia menyebut, 30 persen ekonomi Indonesia dipegang oleh BUMN dan anak-anak perusahaannya. Asetnya saat ini mencapai Rp8.092 triliun. “Aset tersebut grafiknya cenderung mengalami kenaikan dan tumbuh,” sebut dia.

BUMN katanya, memberikan dividen kepada negara mencapai Rp150 triliun. Karena pandemi, dividen tersebut turun hingga setengahnya menjadi Rp70 triliun. “Mudah-mudahan tahun 2021 ini dividen Rp150 triliun itu kembali tercapai,” ujarnya.

Menurut dia, BUMN mempunyai peran signifikan, terhadap perekonomian nasional. Pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan BUMN bertujuan untuk membangun optimisme, optimisme agar masyarakat bangkit dari kondisi pandemi.

Untuk itu ada sejumlah hal yang dilakukan BUMN dalam rangka pemulihan ekonomi, salah satunya memberikan keringanan terhadap kredit masyarakat melalui restrukturisasi kredit yang jumlahnya mencapai 3,5 juta kredit. “Dunia usaha ketika covid punya beban yang tinggi, sementara pembeli tidak banyak. Tapi mereka tetap harus membayarkan kewajiban setiap bulan. Inilah pentingnya restrukturisasi kredit tadi, sehingga pelaku-pelaku usaha dapat bertahan,” sebut dia.(*)