Masyarakat jangan Takut Divaksin

33
ilustrasi vaksin. (reuters)

Setelah Kota Padang memulai melakukan penyuntikan vaksin Sinovac, kemarin (18/1) giliran Pemkab Pesisir Selatan melakukan vaksinasi. Penyuntikan vaksin pertama dilakukan kepada Dandim 0311 Pessel Letkol Kav Edwin Dwiguspana dan dilanjutkan ke Asisten III Setkab Pessel, Hamdi dan para peserta lainnya.

Bupati Pessel Hendrajoni yang juga masuk sebagai salah satu pejabat publik yang akan divaksin ketika itu batal divaksin karena ada kendala. Hal yang sama juga dialami Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, karena mengalami flu ringan.

“Karena ada kendala, saya belum bisa divaksin walaupun sudah melakukan pendaftaran sebagai orang pertama untuk divaksin. Kondisi yang sama juga dialami oleh Kapolres Pessel, karena mengalami flu ringan,” kata Hendrajoni.

Kegiatan itu dipusatkan di Puskesmas Salido, Kecamatan IV Jurai. Turut dihadiri Kapolres Pessel, AKBP Sri Wibowo, Ketua MUI Pessel, Asli Saat, Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa, dan pejabat eselon II dan III lainnya.

Dijelaskannya, jumlah dosis vaksin Covid-19 pada gelombang pertama itu, akan dilakukan terhadap calon penerima sebanyak 1.840 orang. “Dari 1.840 itu, sebanyak 1.805 orang merupakan petugas medis. Sebab mereka merupakan garda terdepan dalam memerangi Covid-19, dan sisanya adalah pejabat publik dan juga utusan dari berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya,” kata Hendrajoni.

Ia menambahkan selama sembilan bulan lebih Indonesia dilanda pandemi Covid-19, telah membuat berbagai sektor menjadi lumpuh, terutama dari segi perekonomian. “Agar pandemi Covid-19 ini benar-benar hilang secara nasional, khususnya di Pessel, maka masyarakat diminta untuk mau divaksin. Jangan takut dan mau diprovokasi dengan informasi-informasi yang menyesatkan yang membuat masyarakat menjadi takut,” ingatnya.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa menjelaskan pada tahap pertama itu, jadwal vaksinasi akan dilakukan mulai Januari hingga April 2021. Yang dijadikan sebagai sasaran pada tahap pertama ini adalah tenaga kesehatan, dan para pejabat publik. “Di Pessel jumlah tenaga kesehatan yang akan menjalani vaksin adalah sebanyak 1.905 orang. Sisanya pejabat publik sebagaimana dilakukan saat ini,” jelasnya.

Baca Juga:  PLN Sumbar Raih Penghargaan Zero Accident dan Penanggulangan Covid-19

Kegiatan vaksinasi akan dilanjutkan pada tenaga kesehatan lainnya mulai dari rumah sakit, hingga ke tingkat puskesmas di semua kecamatan di daerah itu. Terkait batalnya Bupati Hendrajoni menjalani vaksin, dari hasil skrining atau wawancara beliau merupakan salah satu pasien yang telah sembuh dari Covid-19 beberapa waktu lalu. “Sedangkan Bapak Kapolres karena sedang mengalami flu ringan. Ini perlu dijelaskan agar masyarakat tau dan tidak termakan isu yang menyesatkan,” timpalnya.

Perluas Informasi Vaksin Covid-19
Sementara itu, Dinas Kesehatan diharapkan untuk memperluas informasi vaksin Covid-19. Karena masih banyak berita hoaks yang beredar tentang efek samping vaksin Covid-19 itu sendiri.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Mentawai, Juniarman mengatakan, tanpa sosialisasi yang masif, bisa saja muncul penolakan di tengah masyarakat untuk sedia divaksin. “Masyarakat kita siap, namun Pemerintah mesti memperluas sosialisasi vaksin covid-19. Sebab, masih banyak informasi hoaks soal efek samping vaksin ini,” ungkap legislator partai Demokrat tiga periode tersebut.

Ia berharap, dengan adanya sosialiasi yang massif akan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Begitu juga halnya, informasi tentang kriteria atau syarat masyarakat yang bisa diberikan vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar tidak menampik soal isu hoaks efek samping vaksin Covid-19 yang berkembang. Hal itu disebabkan, karena minimnya informasi tentang vaksin tersebut.

Ia memastikan, untuk sosialisasikan vaksin Covid-19 di Kepulauan Mentawai akan dilakukan secara intensif. “Iya, nanti akan disosialisasikan secara intensif,” pungkasnya.(yon/rif)