Operasi Amole, Ratusan Brimob Dikirim ke Papua

Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto mengecek personel Satbrimob Polda yang hendak bergabung dalam Operasi Amole 2021. (IST)

Ratusan personel Satbrimob Polda Sumbar dikirim ke Papua. Mereka nantinya akan tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Amole tahun 2021untuk pengamanan PT Freeport Indonesia.

Pelepasan personel tersebut diawali pelaksanaan upacara, dipimpin Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto di halaman Mako Satbrimob Polda Sumbar, kemarin. Kapolda menyampaikan poin utama rencana strategis pemerintah dalam menjaga investasi pemerintah. Yakni perlunya melakukan pengamanan yang bertujuan memelihara stabilitas ekonomi.

“Berbagai potensi ancaman berupa penjarahan, pencurian, pengrusakan dan penyerangan pos pengamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Kondisi geografis yang ekstrem akan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh personel yang terlibat dalam satuan tugas pengamanan ini, “ kata Irjen Pol Toni.

Sebelum tugas Operasi Amole tahun 2021, selama satu bulan ke depan seluruh personel yang terlibat akan melaksanakan Latpraops di Satlat Korbrimob Polri Cikeas. “Laksanakan latihan tersebut dengan serius dan sungguh-sungguh. Diharapkan pasca-latihan seluruh personel dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan, sehingga ada kesamaan persepsi dalam bertindak di lapangan,” sebutnya.

Ia menerangkan, Operasi Amole akan dilaksanakan selama 6 bulan. Seluruh personel perlu menjaga nama baik Satbrimob Polda Sumbar dan dapat bahu-membahu menciptakan iklim kamtibmas yang kondusif di tempat saudara melaksanakan tugas.

Baca Juga:  Tinjau RSUP M. Djamil, Penjabat Gubernur Sumbar Disuntik Vaksin

“Saya berharap dengan kehadiran personel Pokda Sumbar yang tergabung dalam Satgas Amole di wilayah hukum Polda Papua nantinya betul-betul dapat membawa manfaat terhadap masyarakat dan juga kelangsungan iklim produktifitas PT Freeport Indonesia,” harapnya.

Kapolda berpesan kepada Dansatbrimob Polda Sumbar beserta jajaran dapat memberikan perhatian kepada keluarga anggota yang melaksanakan tugas BKO. Sehingga para anggota nantinya dapat fokus melaksanakan tugas tanpa adanya gangguan pikiran.

Ia menekankan agar beberapa hal kepada personel yang bertugas agar meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Hanya kepadaNya lah tempat meminta perlindungan dan pertolongan atas semua permasalahan yang terjadi selama penugasan berlangsung. “Segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugas dimana saudara menjadi harapan semua pihak untuk menciptakan suatu dinamisasi dalam masyarakat,” ujarnya.

Kemudian senantiasa bertindak responsif dan memiliki militansi tinggi mengingat tingkat ancaman utama di daerah penugasan cukup tinggi. Tetap perhatikan kesehatan dan keselamatan karena beberapa aspek kondisi geografis dan virus penyakit mengingat daerah tersebut menjadi endemik penyakit malaria.

“Jaga nama baik Polri terlebih khususnya Satbrimob Polda Sumbar di mata masyarakat Papua. Hindari pelanggaran sekecil apapun dan laksanakan tugas sesuai SOP yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (rid)