Jenazah Pasien Covid-19 Syahid, Jangan Tolak Pemakamannya

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Gusrizal Gazahar mengatakan, orang yang meninggal dalam keadaan terkena wabah virus korona (Covid-19) adalah syahid.

Oleh karena itu, jangan sampai terjadi penolakan pemakaman jenazah tersebut.

“Di sisi Allah, orang-orang beriman yang meninggal dalam keadaan terkena wabah seperti itu, mereka termasuk syahid,” ujar Gusrizal Gazahar saat dialog di Padang TV (Grup Padek.co), Sabtu (18/4/2020).

Menurut Gusrizal, jenazah yang dimakamkan itu menyesuaikan dengan fatwa MUI yang dijabarkan lebih lanjut oleh Kementerian Kesehatan sehingga prosesi pemakamannya aman dari sisi kesehatan masyarakat sekitar dan sesuai syariat.

“Jadi, apalagi yang ditolak. Tidak ada lagi potensi menularnya. Orang-orang yang meninggal karena wabah itu syahid, mulia di sisi Allah. Apakah tidak malu kita menolak kehadiran jenazah mereka hanya karena kekhawatiran yang tak beralasan?” tegas Gusrizal.

Seharusnya, kata Gusrizal, masyarakat  senantiasa bersikap sebagai seorang yang beriman. Apalagi terhadap keluarganya yang berduka.

“Beliau (jenazah pasien, red) telah berpulang ke Rahmatullah, mari kita doakan. Di sinilah kita letakkan iman kita kepada Allah SWT,” jelas Gusrizal.

Ia berharap di Sumbar tidak terjadi  penolakan terhadap jenazah pasien terinfeksi Covid-19. Apalagi di daerah ini masyarakatnya bermajelis taklim dan berfilosofikan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. (esg)