KPPBC Telukbayur: Triwulan I-2021 Ekspor Sumbar Meningkat 39,38%

30

Makin membaiknya pelayanan kepabeanan di KPP Bea Cukai Telukbayur, bisa terlihat dari meningkatnya tonase komoditas ekspor Sumbar ke luar negeri. Pada triwulan I-2021 komoditas asal Sumatera Barat yang diekspor ke luar negeri mencapai 1.386.730 ton. Tonase ini lebih tinggi 39,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Capaian itu terutama dipengaruhi kenaikan tonase ekspor produk semen yang mencapai 61 persen. Kemudian kenaikan tonase untuk produk RBD Palm Oil dan RBD Palm Olein, seiring telah beroperasinya PT Padang Raya Cakrawala yang memproduksi kedua komoditas tersebut, dengan kenaikan masing-masing sebesar 150 persen dan 112 persen,” ungkap Yazid Khair Hasan, mewakili Kepala KPPBC Telukbayur, pada pers relis Realisasi Pelaksanaan APBN Triwulan I 2021 Provinsi Sumatera Barat, Senin (19/4/2021).

Dari total 1.386.730 ton komoditas Sumatera Barat yang diekspor ke luar negeri 98 persennya diekspor melalui wilayah pengawasan KPPBC TMP B Telukbayur dan 55% di antaranya merupakan komoditas CPO dan produk turunannya.

Secara umum 10 komoditas ekspor Sumatera Barat dengan jumlah netto tertinggi untuk triwulan 1 selama 3 tahun terakhir tidak banyak mengalami perubahan dengan dominasi dari komoditas semen, CPO dan produk turunannya, serta karet.

Hal yang berbeda adalah pada tahun-tahun sebelumnya komoditas CPO selalu berada di peringkat kedua di bawah semen, namun untuk triwulan I tahun 2021 turun ke peringkat 5 dengan penurunan jumlah yang diekspor mencapai 56%.

Penurunan tersebut dimungkinkan karena sudah mulai beroperasinya PT Padang Raya Cakrawala yang memproduksi RBD Pal Oil, RBD, Palm Olein, dan RBD Palm Stearin dengan bahan baku utamanya berasal dari CPO. Hal ini didukung adanya data kenaikan netto untuk produk-produk olahan dari CPO pada triwulan I 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,7 Goyang Sumbar, Dirasakan Warga Cukup Lama

Komoditas Sumatera Barat pada triwulan I 2021 mayoritas diekspor ke negara-negara Asia Selatan. Untuk Bangladesh, komoditas yang diekspor mayoritas adalah semen, Pakistan dan India mayoritas CPO dan produk turunannya. Selain Asia Selatan ada juga Jepang dengan mayoritas komoditas yang diekspor adalah karet dan cangkang sawit.

Devisa ekspor komoditas Sumatera Barat pada triwulan I 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan nilai devisa mencapai sekitar 9,19 triliun. Angka tersebut 46 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Secara umum 10 komoditas ekspor Sumatera Barat dengan jumlah devisa tertinggi untuk triwulan I selama 3 tahun terakhir tidak banyak mengalami perubahan dengan gambir dan kayu manis bergantian masuk dalam peringkat 10 besar.

Dari 10 komoditas tersebut, 7 di antaranya berasal dari komoditas CPO dan produk turunannya. Komoditas CPO yang 2 tahun sebelumnya selalu berada di peringkat 1 pada tahun ini berada pada peringkat ketiga karena pengaruh berkurangnya jumlah yang diekspor ke luar negeri. Mayoritas komoditas produk turunan CPO lainnya mengalami kenaikan devisa yang cukup signifikan terbantu dengan kenaikan harga CPO dan produk turunannya di pasar dunia.

Devisa ekspor komoditas Sumatera Barat mayoritas berasal dari Kota Padang sekitar 8,8 triliun rupiah atau 96% dari total devisa ekspor komoditas Sumatera Barat. Kabupaten Sawahlunto berada pada urutan kedua meski secara netto berada di bawah Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Padangpariaman.

Hal ini dimungkinkan karena komoditas yang diekspor dari Sawahlunto atau Sijunjung mayoritas merupakan komoditas karet dengan harga per kilonya lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas lainnya. (hsn)

Previous articleRezka Oktoberia Sosialisasikan 4 Pilar di Daerah Peristiwa Situjuah
Next articleKunjungan ke Agam, Nevi Zuairina Berbagi Sembako dan Takjil