Sumbar Adaptasi Kebiasaan Baru, BPBD Minta Patuhi Protokol Kesehatan

Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjadi daerah rujukan nasional karena dinilai sukses dalam penanganan Covid-19. Kini, provinsi yang dipimpin Gubernur Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur Nasrul Abit ini, sudah memasuki adaptasi kebiasaan baru (New Normal) dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Sumbar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar selalu mematuhi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, pandemi Covid-19 segera berakhir. Apalagi tempat-tempat usaha dan sektor pariwisata sudah dibuka untuk menggerakkan perekonomian.

“Oleh karena itu, masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan selalu menjaga jarak, memakai masker dengan benar dan sering mencuci tangan dengan sabun,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar, Erman Rahman, kemarin.

Dengan adaptasi kebiasaan baru, lanjut Erman, maka masyarakat dalam melakoni segala aktivitas sehari-hari tidak sama seperti sebelum pandemi. “Kita harus mematuhi protokol kesehatan di mana pun berada,” ingatnya.

Para ahli memperkirakan situasi dapat berubah dengan cepat dan bakal lebih banyak orang terkena Covid-19 bila protokol kesehatan tidak dipatuhi. “Untuk itu, kita lakukan upaya-upaya pencegahan dengan intens sosialisasi agar masyarakat ada kesadaran penuh mematuhi protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru,” katanya.

Baca Juga:  Pembangunan Berkeadilan, Mulyadi-Ali Mukhni Diharapkan Pimpin Sumbar

Bagi orang yang berisiko tinggi, kata Erman, sesuai saran para ahli agar tetap di rumah dan hanya keluar bila memang benar-benar perlu. Orang yang berisiko tinggi, termasuk orang lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan paru.

Di sisi lain, meski sudah adaptasi kebiasaan baru, BPBD Sumbar tetap menyiagakan dukungan logistik untuk penanganan Covid-19. “Kita belum tahu pasti kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu, dukungan logistik bagi tenaga medis terus kita siagakan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga Sabtu (18/7), virus corona sudah menginfeksi 817 warga Sumbar. Total spesimen yang diperiksa Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand yang dipimpin Dr dr Andani Eka Putra sudah mencapai 62.087.

Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit sebanyak 45 orang (5,5%), isolasi mandiri 30 orang (3,7%), isolasi di BPSDM 14 orang (1,7%), meninggal dunia 32 orang (3,9%) dan sembuh 696 orang (85,2%). (esg)