Gubernur Sumbar Karek Duo Pegawai yang Masuk Kantor

55

Munculnya Cluster Pemprov yang menjadi tempat penyebaran baru Covid-19, membuat Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengambil kebijakan tegas. Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Gubernur dan seluruh SKPD Pemprov Sumbar bekerja bergantian.

“Masuk kerja ASN kita bagi dua. Sebagian ngantor, sebagian lagi bekerja dari rumah. Pimpinannya akan melihat, mengevaluasi, dan merazia juga. Apalabila melanggar maka sanksi sesuai Perda AKB No 6 tahun 2020, akan berlaku. Ditambah sanksi menunda kenaikan golongan, dan mengurangi tunjangan. Mulai hari ini berlakunya,” tegas Gubernur Sumbar usai Rakornis Perhubungan Darat 2020 di Hotel Pangeran Beach Padang, Senin (19/10/2020).

Irwan Prayitno mengatakan, kantor-kantor di lingkungan Pemprov menjadi cluster baru penyebaran Covid-19, karena setiap hari selama seminggu ini terjadi penambahan ASN positif Covid-19.

“Setiap hari selama seminggu ini, bertambah yang positif di kantor Pemprov Sumbar itu tidak hanya satu, tapi sudah enam sampai 10 orang,” ungkap Irwan.

Terjadinya cluster kantor Pemprov Sumbar ini disebabkan karena banyak ASN yang berada di ruangan kantornya tidak menggunakan masker.

Baca Juga:  Yupi Gummy Hadirkan Iven Ajang Pencarian Bakat Yupi’s Got Talent 2022

“Bahkan dalam satu ruangan di lingkungan kantor, mereka ngobrol tidak pakai masker. Besok, Satpol PP Sumbar akan razia rutin di kantor-kantor,” terang Irwan.

Dengan tindakan tegas ini, Irwan Prayitno berharap, di lingkungan Pemprov Sumbar tidak ada lagi cluster penyebaran Covid-19. “Kalau ada yang positif satu orang, hanya satu orang saja. Ketika masuk kantor teman-temannya pakai masker, maka tidak tertular,” ungkapnya.

Beberapa waktu belakangan, Pemprov Sumbar melakukan langkah-langkah antisipasi. Seperti, menyiapkan penambahan ruangan isolasi dan ruangan perawatan pasien positif Covid-19.

“Untuk testing dan tracing masih oke. Untuk ruangan isolasi kita tambah lagi di Asrama Haji Tabing. Satu atau dua hari ke depan sudah diisi. Jumlah kamarnya 276 kamar tahap pertama, tahap kedua 100 kamar. Tahap berikutnya bisa sampai 600 kamar,” ujar gubernur.

Termasuk persiapan ruangan perawatan pasien Covid-19 di RSUP M Djamil Padang, disiapkan penambahan 68 kamar. Di Bukittinggi juga disiapkan Gedung Ambun Suri sebanyak 100 kamar isolasi pasien. (hsn)