Salman M. Noer, Guru Besar Ketiga Universitas Ekasakti

4

Universitas Ekasakti kembali memiliki Guru Besar. Terhitung mulai tanggal 1 September 2021 Dr. Salman M. Noer, dinaikkan jabatan akademiknya menjadi Profesor (Guru Besar) dalam bidang ilmu manajemen pendidikan. Salman M. Noer merupakan guru besar ketiga di Universias Ekasakti

“Selamat kepada Prof. Dr. Salman M. Noer, M.Pd dan Universitas Ekasakti yang sudah berhasil mencapai puncak karir sebagai dosen. Jadikan ini titik untuk terus berkarya baik dalam bentuk buku, karya ilmiah sebagai kewajiban seorang guru besar dalam menyampaikan pikirannya kepada masyarakat. Semoga ini menjadi motivasi bagi dosen di Universitas Ekasakti serta dosen PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah X dan terus menghasilkan SDM yang tangguh,” kata Prof. Herri Kepala LLDIKTI Wilayah X saat menyerahkan SK kenaikan jabatan akademik kepada dosen PNS di ruang sidang gedung utama LLDIKTI Wilayah X, Senin (18/10/2021).

Prof. Herri menyebutkan hal itu berdasarkan Keputusan Mendikbudristek Nomor: 65210/MPK.A/KP.05.01/2021 tanggal 23 September 2021 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen.

Prof. Salman M. Noer, merupakan guru besar yang ke-28 di LLDIKTI Wilayah X dan yang ketiga di Universitas Ekasakti. (alm) Prof Dr.H. Andi Mustari Pide, SH merupakan guru besar pertama dan Prof. Dr. Dra. Darmini Roza, SH, M.Hum guru besar yang kedua.

Baca Juga:  Pelantikan Enam Pejabat Eselon III, Asisten: ASN Itu Pelayan Masyarakat

Prof. Herri percaya dengan adanya dosen dengan jabatan akademik guru besar akan meningkatkan kinerja perguruan tinggi. Hal ini bisa dimanfaatkan dengan membangun kerja sama dengan perguruan tinggi lain serta melakukan kolaborasi riset.

Selain kinerja di bidang tridharma perguruan tinggi, Prof. Herri berpesan agar guru besar juga diharapkan melakukan pengkaderan serta terus membina dosen muda untuk meningkatkan jabatan akademik sampai ke jenjang guru besar.

“Jadilah mentor di kampus yang akan membantu dosen yang sudah berkualifikasi doktor untuk menjadi guru besar. Jadilah referensi bagi dosen lain. Tunjukkan kapasitas sebagai guru besar bahwa kita layak menjadi panutan dan menjadi motivasi bagi dosen lain. Teruslah berkarya serta fokus pada bidang kita agar semakin ahli di bidangnya,” kata Prof. Herri.

Prof. Herri mengatakan kenaikan jabatan akademik ini jangan menjadi titik akhir. Jadikan ini sebagai titik awal untuk terus produktif. Tentunya, pengalaman menjalani tridharma perguruan tinggi menimbulkan kepercayaan diri yang tinggi untuk berkarya dan menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat. (*)