Disabilitas Hafal 30 Juz, Khairul Rizki Berpeluang Raih Medali

76
Penampilan Khairul Rizki pada final di Venue di 5 Kampus Baiturrahmah Padang, Kamis (19/11).

Khairul Rizki (18), selangkah namanya akan dicatatkan dalam sejarah peraih medali pada MTQ ke-XXVIII tingkat Nasional tahun 2020 di Provinsi Sumbar. Namanya akan disejajarkan dengan qori lainnnya mengharumkan nama tuan rumah.

Khairul Rizki adalah qori Sumbar untuk cabang tilawah golongan Hifzhil 10 Juz. Kamis (19/11/2020), Rizki tampil pada final di Venue 5 Kampus Baiturrahmah Padang.

Bungsu dari empat bersaudara ini tidak turun pada cabang khusus cacat netra. Dia turun pada cabang umum Hifzhil 10 Juz. Meski khusus cabang cacat netra disediakan.

Meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki pada penglihatanya sejak mulai lahir, namun anak bungsu dari 4 bersaudara ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hafalan Alquran. “Saya mulai menghafal Al Quran sejak umur 11 tahun,” katanya.

Khairul Rizki telah hafal Al Quran 30 juz dengan menggunakan bantuan Al-Qur’an digital. MTQ Nasional ke 28 ini adalah kesempatan pertamanya mengikuti lomba MTQ Tingkat Nasional.

Sebelumnya juga sudah pernah mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di Pontianak tahun lalu. Namun, ia mengaku sakit saat dalam seleksi sehingga tidak meraih apapun, dan ia berharap dalam perlombaan MTQ tahun ini meraih prestasi.

“Untuk menghafal 30 juz butuh waktu delapan tahun, jadi kita harus sungguh-sungguh untuk berusaha. Selain usaha juga harus berdoa,” katanya.

Baca Juga:  M Irsyad: 141 Nasabah Kena Skimming, Kerugian Bank Nagari Ditaksir Rp1,5 M

Nenek Khairul Rizki bernama Nurmani mengakui kalau cucunya memiliki semangat dan memiliki kelebihan mudah mengingat setiap apa yang dihafalnya. “Sejak dulu ia sudah pernah ikut lomba seperti Tilawah dan Adzan. Namun, ia saat umur empat tahun sudah ditinggal oleh ibunya,” katanya.

Rizki divonis tidak bisa melihat sejak dari kecil. Dari empat bersaudara, hanya Rizki yang tidak bisa melihat. Kakaknya semua bisa melihat. Selain itu Rizki jadi piatu saat umurnya 4 tahun.

Untuk mengikuti MTQ kali ini sebelumnya, Rizki mengulang sendiri hafalannya, mengikuti pelatihan setiap hari, dan menjaga kesehatan. Apalagi MTQ saat ini digelar pada pandemi covid-19.

Pelatih Rizki, Irsyad mengatakan, untuk tampil saat ini Rizki sudah maksimal. Apalagi sudah masuk di final. Untuk Irsyad berharap nilai Rizki dapat menjadi yang terbaik.

Di final ini, Rizki menghadapi hafizh dari Sulawesi Selatan dan Riau atas nama Bayu Wibisono Damanik. Dalam perlombaan final, dinilai oleh dewan hakim Hakim bidang tahfiz yakni, Dr Hj Umi Husnul Khotimah, MA, Hj Fuziati Umar. Hakim Bidang Tajwid, Dr H Dailami Julius, M.Pd dan H Abadi A.Ag, M.Pd.

Kemudian, Hakim Bidang Lagu, Suara (Ketika Tilawah) dan Fashohah (Tajwid) Drs. Kh. mursyidin dan Hj Asrina, SHI. MM. Hakim Bidang Penanya Tahfiz, H Ahmad Rafiuddin dan H Syafari Basyar. (*)