Banyak Warga tak Datang Rapid Test dan Swab meski Punya Riwayat Kontak

Jubir Penanganan Covid-19 Dharmasraya Rahmadian. (Foto-Ita)

Kesadaran sebagian masyarakat untuk dilakukan tes cepat (rapid test) karena punya riwayat kontak dengan pasien positif terjangkit virus korona (Covid-19), ternyata masih kurang.

“Dari 11 orang yang diminta rapid test, yang datang hanya empat orang. Begitu pula untuk tes swab, dari enam orang yang diminta datang, hanya lima orang hadir. Padahal orang-orang tersebut punya riwayat kontak dengan J dan R yang sudah positif Covd-19,” ungkap Jubir Penanganan Covid-19 Dharmasraya Rahmadian, Senin (20/4/2020).

Sesuai protap dari Kemenkes, kata Rahmadian, jika ada yang dicurigai atau punya riwayat kontak dengan pasien positif, maka dilakukan tes cepat sebanyak sekali dan tes swab sebanyak dua kali. Namun kenyataannya, saat justru banyak yang tidak datang.

“Ini sangat kita sayangkan sekali. Artinya masih ada anggapan masyarakat jika positif Covid-19 adalah penyakit hina atau penyakit aib. Padahal tidak. Untuk itu, kepada warga yang dicurigai terpapar agar dengah penuh kesadaran ikut rapid test dan swab. Semua itu untuk kepentingan bersama,” imbaunya.

Menurut Rahmadian, dari informasi yang diterima pihaknya, warga yang tidak hadir rapid test itu beralasan mereka dalam keadaan sehat.

“Pada hal yang kita curigai justru mereka-mereka yang sehat tersebut. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mohon untuk mau dilakukan tes guna memutus mata rantai penularan Covid-19,” tegasnya.(ita)