Masih Banyak Sektor Boleh Beroperasi saat PSBB Sumbar Diterapkan

Lawan Covid-19.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumbar diberlakukan mulai Rabu (22/4/2020) hingga 5 Mei mendatang sesuai dengan Keputusan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Nomor 180-297-2020 tertanggal 18 April 2020. Namun, pada masa PSBB masih banyak sektor yang masih boleh beroperasi.

Dalam panduan PSBB yang dibagikan Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal, banyak sektor yang masih boleh beroperasi selama masa PSBB dengan tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19).

Sektor-sektor tersebut, adalah, instansi pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan pengaturan dari kementerian terkait; BUMN dan BUMD sesuai dengan pengaturan kementerian terkait dan/atau pemda; organisasi kemasyarakatan lokal dan
internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan.

Selanjutnya, sektor berkaitan dengan kesehatan; bahan pangan, makanan dan minuman; TNI/Polri, energi, komunikasi dan teknologi informasi; keuangan; logistik; perhotelan; media, konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta sektor yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Meski begitu, dalam panduan PSBB itu setiap sektor diminta memastikan kantor selalu bersih dan higienis serta melakukan desinfeksi secara berkala.

“Wajib menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menyediakan fasilitas cuci tangan. Kemudian, menyediakan vaksin, vitamin dan nutrisi
tambahan untuk karyawan,” kata Jasman.

Selain itu, masing-masing kantor diminta memantau suhu tubuh karyawan, menjaga jarak antar-karyawan (physical distancing dan social distancing) minimal 1 meter.

“Pihak kantor juga diminta menyosialisasikan informasi tentang pencegahan Covid-19 di
tempat kerja. Menghentikan sementara aktivitas kantor minimal 14 hari, bila ditemukan karyawan yang PDP (pasien dalam pengawasan,” jelasnya.(esg)