Peringati Hari Bumi, Olah Sampah Organik Rumah Tangga jadi Eco Enzyme

29

Pandemi Covid-19 yang menghancurkan sendi kehidupan sosial, ekonomi dan budaya manusia di seluruh dunia masih belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.

Pandemi ini menunjukkan kehancuran lingkungan dan ekosistem bumi yang dampaknya diluar prediksi dan kendali manusia dengan semua pengetahuan dan teknologi yang dimiliki.

Situasi ini sebenarnya sudah pernah dipotret oleh Rachel Carson dalam buku “Silent Spring” yang menggambarkan dunia tidak baik-baik saja dengan mewabahnya virus-virus ganas.

Mewabahnya virus, penyakit dan kuman ini karena rusaknya habitat mereka karena ulah manusia. Buku ini diterbitkan pada bulan April tahun 1962.

Pada April 1970, Gaylord Nelson seorang pengajar lingkungan di Amerika Serikat menggagas aksi penduli lingkungan dan pendidikan publik tentang polusi. Aksi Nelson tergerak setelah melihat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh tumpuhan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.

Nelson dibantu oleh Dennis Hayes dan Pete McCloskey serta 85 orang staf berhasil mengorganisir 20 juta orang di seluruh Amerika Serikat untuk memulai protes pada 20 April 1970. Aksi Nelson menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Bumi setiap tahunnya yang diperingati pada setiap tanggal 22 April.

Dan hari ini kita melihat bumi kita tidak baik-baik saja, beban akibat kerusakan lingkungan yang kita tanggung selama ini tidak hanya pandemi Covid 19 tapi juga bencana ekologis, polusi udara, polusi air dan polusi tanah yang tidak hanya disebabkan oleh industry tapi juga penggunaan bahan kimia untuk keperluan rumah tangga dan pertanian dalam jumlah yang tidak terkendali.

Dan tanggal 22 April 2021 ini adalah momen yang tepat untuk kembali mengingatkan penduduk bumi untuk kembali merawat bumi melalui aksi nyata.

Direktur Eksekutif WALHI Sumatera Barat, Uslaini mengatakan kegiatan ini merupakan agenda bersama Komunitas Eco Enzyme Sumatera Barat, Bank Sampah Unit Andalas Sepakat, Ecoby Ecoenzyme Biologi UNP, Bank Sampah & Eco Enzyme KMDM, Yayasan KOMMA, Koperasi Merdeka Dan Mandiri (KMDM), Sahabat Alam (SALAM) WALHI Sumatera Barat dan DPP IKA Unand untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April ini.

Aksi Bersama Merawat Bumi Dengan Menebar Eco Enzyme ini akan dilakukan di sungai dan selokan yang paling tercemar di Kota Padang.

Salah seorang penggiat lingkungan dan juga pengurus Bank Sampah Unit Andalas Sepakat, Syaifudin Islami, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang telah tercemar oleh limbah rumah tangga dan industri di Kota Padang dengan penggunaan Eco Enzyme.

Disamping itu pada kesempatan ini kami ingin membangun kesadaran publik tentang persoalan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk turut serta merawat bumi.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,1 Goyang Mentawai, Terasa hingga Padang

“Salah satu caranya adalah dengan mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah organik rumah tangga jadi Eco Enzyme,” ujarnya.

Staf pengajar di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Rahmi Awalina yang juga merupakan anggota dari Koperasi MDM, mengatakan kegiatan akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 April 2021.

Dimulai setelah Shalat Ashar dan diakhiri dengan buka bersama, jadi kepada masyarakat yang peduli dan mau ikut serta merawat bumi dapat bergabung bersama kami.

Kegiatan ini rencananya akan diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari Komunitas Eco Enzyme, WALHI Sumatera Barat dan undangan.

Peserta akan disebar dibeberapa titik sungai dan drainase yang kumuh dan berbau menyengat untuk penebaran cairan Eco Enzyme di Kota Padang.

“Dan semua peserta dipastikan akan mengikuti dan patuh pada protokol kesehatan Covid 19 dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer,” terangnya.

Founder ECOBY Ecoenzyme Biologi Universitas Negeri Padang, Siska Alicia Farma, M.Biomed,  yang juga merupakan staf pengajar di Jurusan Biologi FMIPA UNP mengatakan pembuatan Eco Enzyme sangatlah mudah dan murah.

Eco Enzyme berasal dari sisa sayur dan buah, air dan gula yang kemudian difermentasi selama 3 bulan. Cairan Eco Enzyme tidak hanya berguna untuk keperluan rumah tangga sehari-hari namun sekaligus dapat digunakan untuk memperbaiki perairan dan tanah yang tercemar.

Saat ini pun penelitian tentang Eco Enzyme ini terus dikembangkan oleh Jurusan Biologi FMIPA UNP untuk pemanfaatan yang lebih luas. Dalam rangka Peringatan Hari Bumi 2021 ini, Eco Enzyme yang digunakan merupakan sumbangan dari semua anggota komunitas Eco Enzyme di Sumatera Barat.

ECOBY sendiri menyumbangkan hampir setengah dari semua Eco Enzyme yang digunakan. ECOBY pun juga memproses Eco Enzyme menjadi hand sanitizer dan dibagikan peserta dalam kegiatan ini sebagai bagian dari protokol kesehatan.

“Kita berharap semua orang mau peduli terhadap bumi dan ikut merawat bumi sehingga layak ditempati baik oleh generasi hari ini ataupun untuk generasi yang akan datang. Jadi bagi siapa saja yang ingin ikut serta dalam kegiatan ini dapat bergabung bersama kami, kawan-kawan bisa dapatkan informasi lebih lanjut dengan mengunjungi media sosial WALHI Sumatera Barat ataupun media sosial anggota Komunitas Eco Enzyme Sumatera Barat. Dan kami juga berterima kasih ke Bank Nagari atas komitmennya untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” tutup Tommy Adam selaku penanggung jawab kegiatan ini dari WALHI Sumatera Barat. (rel)

Previous articleGerak Cepat Semen Padang, Korban Kebakaran di Batugadang Terharu
Next articleLindungi Jurnalis, AJI Dorong Polda Terapkan Mou Dewan Pers-Polri