Simak Pengalaman Masa Kecil Raisa Hadapi Tantangan di Bulan Ramadhan

24

Bulan ini umat muslim tengah menjalani Ramadhan, bulan suci penuh berkah yang selalu dinanti. AQUA bersama Raisa, psikolog Analisa Widyaningrum, dan dokter Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, mengajak masyarakat mengingat kembali pentingnya melindungi diri, baik itu kesehatan jasmani maupun rohani.

Hal itu terungkap dari webinar AQUA, Selasa (20/4/2021) yang membahas cara tepat menghadapi berbagai tantangan selama Ramadhan ini. Harapannya kita semua dapat meraih kemenangan Ramadhan meski situasi pandemi Covid-19 belum usai.

“Studi menunjukkan bahwa selama berpuasa, tubuh manusia cenderung lebih mudah mengalami dehidrasi. Itulah mengapa, kita perlu memperhatikan kecukupan asupan air saat sahur, berbuka, dan sepanjang malam,” ujar Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Indonesia Hydration Working Group (IHWG).

Menurutnya, tubuh membutuhkan sedikitnya 2 liter atau kurang lebih 8 gelas air bagi rata-rata orang dewasa. Karena tidak bisa minum di siang hari ketika berpuasa, kita bisa memenuhi kebutuhan air tubuh dengan minum 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas air setelah makan malam hingga menjelang tidur, dan 2 gelas air lagi ketika sahur.

“Selain kuantitasnya, perhatikan pula kualitas air minum kita. Pastikan air minum itu datang dari sumber yang terlindungi dan prosesnya sesuai dengan standar pemerintah,” ingatnya.

AQUA sebagai produsen air minum dalam kemasan menerapkan tiga perlindungan untuk memastikan kualitas produknya. “Sejalan dengan komitmen kami untuk menyediakan hidrasi terbaik bagi keluarga Indonesia, tiga perlindungan AQUA yang meliputi perlindungan sumber air, perlindungan kandungan mineral alami, hingga perlindungan pada proses produksi yang sama sekali tidak tersentuh tangan manusia, selalu hadir di tengah masyarakat,” ujar Intan Ayu Kartika, Brand Director Danone-AQUA.

Dia berharap perlindungan AQUA dapat senantiasa mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatan, agar kita dapat lancar beribadah dan beraktivitas, memaksimalkan berkah di bulan Ramadhan.

Terkait dampak dehidrasi, menurut dokter Diana, selain dapat mengganggu fungsi kognitif, kurang minum juga dapat memengaruhi suasana hati (mood) seseorang. Hal ini disebabkan fungsi kognitif memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat, dan merasakan emosi. Hal ini berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk beribadah.

Baca Juga:  81 PTS LLDIKTI Wilayah X Terima Hibah Penelitian Tahun 2021

“75% otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2% saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak,” tambahnya.

Selain itu, berpuasa di tengah pandemi kemudian bukan hanya menantang secara fisik, tetapi juga mental. Dilansir dari hasil penelitian tentang Risiko Global 2021, ditemukan bahwa sebanyak 80 persen anak muda di seluruh dunia tercatat mengalami penurunan kondisi kesehatan mental selama pandemi Covid-19.

“Mengakui bahwa pada Ramadhan kali ini kita masih menghadapi tantangan secara mental merupakan langkah pertama untuk mengatasi masalah, dan lebih membuka diri untuk melindungi Ramadan kita,” menurut Psikolog Analisa Widyaningrum.

Selanjutnya, kata dia, kita bisa mulai mencari solusi yang tepat untuk diri masing-masing, misalnya menggunakan momentum Ramadhan ini untuk membangun kebiasaan baik seperti istirahat secara teratur, mengalokasikan waktu untuk me-time dan beribadah, serta minum cukup air agar tidak dehidrasi dan mengalami penurunan fungsi kognitif.

“Sempatkan juga untuk berbagi dan melindungi sesama di bulan Ramadhan, karena menurut studi, kebahagiaan yang datang dari berbagi akan lebih awet dibanding kebahagiaan dari berbelanja untuk diri sendiri,” ungkapnya.

Mengamini paparan dari dr. Diana dan Analisa itu, Musisi sekaligus Brand Partner AQUA Raisa Andriana berbagi tentang pengalamannya mengatasi tantangan dalam mengejar kemenangan di bulan suci Ramadan.

“Dulu saat aku masih kecil, Ibu selalu mengingatkan kami untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan, dengan memastikan kami berbuka secukupnya, menyeimbangkan asupan gizi, dan memastikan kebutuhan hidrasi kami juga terpenuhi,” ujar Raisa.

Diakuinya, memang awalnya tidak mudah, namun sekarang, semua pesan Ibu baru terasa manfaatnya.

“Aku juga baru mengerti mengapa sedari dulu keluargaku selalu memilih menjalani Ramadhan bersama AQUA. Karena Ibu menginginkan yang terbaik untuk keluarga, maka termasuk untuk asupan air minum juga harus dipilih yang berkualitas, seperti AQUA yang punya tiga perlindungan,” jelasnya.(rel)

Previous articlePemkab Pessel Fokus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat lewat Pariwisata
Next articleRelevansi dan Makna Hari Kartini Bagi Perempuan di Masa Pandemi