Sudah Ada Lampu Hijau, Pusat Anggarkan 6 T untuk Terowongan Jalan Tol

284

Program kerja 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Buya Mahyeldi dan Audy Joinaldy, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kota serta pemerintahan pusat.

Beberapa upaya lobi mulai menampakkan hasil. Beberapa usulan pembangunan di Sumbar mulai mendapat perhatian. Salah satunya pembangunan Monumen Bela Negara di Kabupaten Limapuluh Kota.

Menurut Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, pembangunan monumen bersejarah itu akan segera terealisasi setelah sebelumnya Gubernur melakukan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Polhukam.

Menurut Buya-sapaan Mahyeldi, berdasarkan informasi terbaru, monumen bela negara akan dikerjakan atas kolaborasi enam kementerian dengan instruksi presiden (Inpres).

“Terkait Monumen Bela Negara ini, dibawah koordinasi Kementerian Polhukam akan menghadirkan inpres. Jadi monumen bela negara yang anggarannya sekitar Rp 600 miliar akan ditangani oleh enam kementerian. Insha Allah, inpres ini bisa segera ditandatangani oleh presiden,” ungkap Buya, Senin (19/04/2021) di Jakarta.

Ditambahkan Buya tidak hanya sebatas pembangunan monumen, keenam kementerian juga akan membangun akses dari Suliki ke Bonjol Pasaman, lalu akses dari Gunuang Omeh ke Palupuah, termasuk akses ke Provinsi tetangga, Provinsi Riau.

Selain itu, proyek pembangunan lainnya yang juga mendapat dukungan adalah kelanjutan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru.

Baca Juga:  JPS Dorong Pemerintah Bantu Sektor Terdampak Pandemi dan Pembatasan

“Kita sudah berkoordinasi dengan Kementerian Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan juga bupati-wali kota. Alhamdulillaah tanggal 25 Maret lalu kita menerima informasi bahwa jalan tol akan dilanjutkan dengan pembangunan terowongan yang ada di Limapuluh Kota. Ada 3 titik, dengan panjangnya 10 kilometer dengan anggaran Rp 6 triliun dan dari Bappenas sudah ada lampu hijau,” ujar Buya.

Tidak lupa Buya Gubernur meminta dukungan kepada anggota DPR RI dan DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar untuk kelancaran pembangunan dan optimalisasi potensi di Sumbar.

Menanggapi hal ini, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra asal Sumbar, Andre Rosiade, mengatakan, 14 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI asal Dapil Sumbar siap bekerjasama, berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sumbar maupun pemerintah kabupaten dan kota.

“Jadi Pak Gubernur tidak usah ragu kepada kami anggota DPR RI, terutama kami sebagai ketua partai terbesar di Sumatera Barat saat ini, kita akan siap mendukung pembangunan yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kompetisi sudah selesai dan saatnya kita bersatu membangun Indonesia dan juga Sumbar,” ujar Andre. (rel)

Previous articleTanggapi LKPj Bupati Pessel Tahun 2020, DPRD Sampaikan 13 Rekomendasi
Next articleMembangun Sumbar, Pemprov Diminta Perkuat Sinergi dengan Semua Pihak