Pessel Kekurangan Vaksin Covid-19, Warga Terpaksa Antre Tiga Hari

16
Wakil Bupati Pesisir Selatan,  Rudi Hariansyah.(NET)

Terbatasnya ketersediaan vaksin Covid-19, mengakibatkan masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin Covid-19 terpaksa menunggu antrean hingga tiga hari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Hal itu dampak dari semakin tingginya antusias warga untuk  divaksin di daerah itu. Demikian disampaikan Wakil Bupati Pesisir Selatan,  Rudi Hariansyah, Senin (19/7) di Painan.

“Untuk saat ini kita sedang mengalami kekosongan stok vaksin, padahal masyarakat saat ini begitu antusias untuk divaksin. Selain itu kita juga  kekurangan tenaga kesehatan untuk melakukan screening kepada masyarakat yang ingin divaksin,” ungkap wabup.

Dari pantauan ke puskesmas-puskesmas yang ada, rata-rata pelayanan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan mencapai 100 dosis per hari. “Pesisir Selatan mendapat target vaksinasi sebanyak 390.980 dosis hingga akhir Desember ini,” katanya.

Rudi juga memaparkan, pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat pada tahap I sudah dilakukan sebanyak 27.493 dosis atau sekitar 7%, dan pada tahap II sebanyak 7.677 dosis atau sekitar 1,96%.


“Hingga awal Agustus nanti kita menargetkan vaksinasi ini sebanyak 58.647 dosis, atau sekitar 15%. Untuk itu Pesisir Selatan membutuhkan 31.154 dosis,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19, ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan stok vaksin di daerah itu.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Plh. Ketua Gugus Tugas Covid-19 Sumbar, Audy Joinaldy (Wakil Gubernur Sumbar) untuk meminta kebutuhan vaksin tersebut untuk Pessel,” ungkapnya.

Rudi juga mengatakan, berdasarkan informasi dari Wakil Gubernur ternyata Sumatera Barat juga mengalami kekosongan stok vaksin. “Saat ini kita sedang menunggu kiriman vaksin dari pusat sebanyak 2 ribu sampai 3 ribu vaksin. Kemungkinan  sisanya akan tiba di awal Agustus ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Rudi Hariansyah Tinjau Persiapan RS Tapan Jadi RS Rawatan Covid-1

Vaksinasi di Kota Solok Capai 26 Persen

Sementara itu, vaksinasi di Kota Solok hingga Senin (19/7) mencapai 26 persen atau sekitar 14.153 orang yang telah divaksin dosis pertama, dari total sasaran 57.520 orang.

“Angka yang cukup tinggi, dan persentase kita nomor dua di Sumbar setelah Padangpanjang, dan tentunya akan ditingkatkan terus sampai seluruh sasaran tersentuh vaksin,” ujar Wakil Walikota Solok, Ramadhani Kirana Putra, Senin (19/7).

Mennurutnya, vaksinasi menjadi langkah terbaik yang dilakukan pemerintah saat ini untuk mengatasi wabah Covid-19. Vaksinasi upaya untuk melindungi masyarakat dari infeksi Covid-19.

Saat ini ada sejumlah fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai vaksinator. Seluruh Puskesmas di Kota Solok, klinik, dan pelayanan vasinasi Pasar Modern Kota Solok. Masyarakat bisa mendatangi fasilitas tersebut untuk divaksin.

“Antusiasme masyarakat untuk menjalani vaksinasi di Kota Solok semakin meningkat, semoga kita dapat mencapai seluruh sasaran dalam waktu dekat,” harapnya.

Diharapkannya, dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjalani vaksinasi, akan membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity untuk memutus mata rantai Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ardinal mengatakan, mencermati angka terkonfirmasi positif Covid-19 Kota Solok yang terus meningkat drastis, pemerintah Kota Solok terus gencarkan vaksinasi di titik pusat pelayanan publik. (yon/frk)