Mahasiswa Kecam Tindakan Represif Aparat

21
AKSI DAMAI: Puluhan mahasiswa menyampaikan aspirasi di depan gedung Mapolda Sumbar.(IST)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar aksi demo di gedung Polda Sumbar, Senin (21/2). Mahasiswa membawa spanduk-spanduk bertuliskan kritikan terhadap Polri dan mengecam tindakan representatif aparat, di Wadas beberapa waktu lalu.

Ketua IMM Cabang Kota Padang, Rahmat Hanafi mengatakan aksi tersebut  lahir dari keresahan mahasiswa berdasarkan kejadian akhir tahun, yaitu penembakan seorang mahasiswa Sulawesi Tengah dalam unjuk rasa. Mereka meminta kasus itu diusut tuntas.

“Aksi kami ini adalah aksi solidaritas. Teman kami ditembak oleh seorang aparat, kami minta pelaku diadili,” ujarnya.

Selain itu ada beberapa poin tuntutan lainnya yang disampaikan seperti mengecam tindak representatif pihak aparat di Desa Purworejo dan penembakan mahasiswa di Sulawesi Tengah, Mendesak pihak kepolisian untuk melakukan tindak humanis dalam pengamanan unjuk rasa usut tuntas pelaku penembahan mahasiswa dan poin terakhir yaitu copot kapolri.

Ia menambahkan bahwa demonstrasi ini akan dilakukan oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Tujuannya agar kejadian yang pernah terjadi tersebut tidak akan diulangi oleh pihak kepolisian dimanapun.

”Di sini bukan hanya dari universitas tertentu saja tapi juga dari seluruh perwakilan universitas yang ada di Kota Padang. Semua teman-teman yang ada di Padang turut menghadiri demo kita pada kali ini. Seperti UIN, STKIP, Unand, UNP, UMSB, dan lain sebagainya.

Baca Juga:  M Irsyad: 141 Nasabah Kena Skimming, Kerugian Bank Nagari Ditaksir Rp1,5 M

Kabid Humas Polda Sumbar, Satake Bayu mengapresiasi aksi damai yang dilakukan tanpa bertindak anarkis. Tuntutan akan disampaikan kepada pimpinan.

“Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terkait aspirasinya kami akan sampaikan kepada pimpinan. Karena Bapak Kapolda kita ada kegiatan di luar daerah,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah menerima surat pernyataan dari mahasiswa IMM Cabang Kota Padang dan segala aspirasinya. “Dalam menangani demo, kami sudah memiliki ketentuan-ketentuan untuk mengatasinya. Apabila demo berlangsung damai maka kami juga akan menangani secara damai. Tetapi apabila demo tersebut sudah melanggar aturan, pasti kita akan bekerja sesuai SOP yang telah ditentukan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya bersyukur aksi demo tersebut berjalan dengan baik tanpa adanya tindak kekerasan atau anarkis. Walaupun dalam masa pandemi para mahasiswa tetap menyampaikan aspirasinya.

“Kita sedang dalam masa pandemi, walaupun begitu teman-teman mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi dengan baik dan teratur. Kita tetap harus memperketat protokol kesehatan dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus,” pungkasnya. (cr5)