5.942 Kendaraan Putar Balik, PPKM Diperpanjang

25
POS PENYEKATAN: Petugas gabungan penyekatan PPKM di Fly Over Bypass Bukittinggi melakukan pengaturan setiap warga yang masuk Kota Bukittinggi. Polda Sumbar mencatat 5.106 kendaraan disuruh putar balik sejak 12 sampai 18 Juli 2021.(SY RIDWAN/PADEK)

Selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat di Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Padangpanjang, sebanyak 5. 942 kendaraan disuruh putar dibalik di pos penyekatan di tiga kota tersebut. Rata-rata roda empat.

“Untuk di Sumbar, Kota Bukittinggi terbanyak melakukan putar balik kendaraan sebanyak 3.609 kendaraan di 11 pos penyekatan ada,” sebut Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu kemarin.

Satake merinci, dari 3.609 kendaraan tersebut terdiri dari 2.210 roda dua, 1334 roda empat dan 65 kendaraan roda enam. “Selain diputar balik, sebanyak 6.343 kendaraan yang diperbolehkan masuk Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Jenis kendaraan roda dua terbanyak masuk Kota Bukittinggi dengan jumlah 4.047 unit. Disusul kendaraan roda empat 2.184 unit kendaraan dan 112 unit kendaraan roda enam. “Di Kota Bukittinggi, sebanyak 454 unit kendaraan roda dua diputar balik 959 unit kendaraan roda empat 31 unit kendaraan bus dan 53 unit mini bus,” ungkap Satake.


Lalu, untuk Kota Padang sebanyak 1.497 unit kendaraan putar balik, paling banyak roda empat. Ia menjelaskan, untuk Kota Padang terdapat enam pos penyekatan, dua pos penyekatan Padang dengan Kabupaten Padangpariaman, satu pos penyekatan dengan Solok,  satu pos penyekatan Padang dengan Kabupaten Pessel serta dua pos di pelabuhan, yakni Bungus dan Muaro Padang.

“ Selama PPKM darurat di Padang, petugas telah memeriksa 3.356 unit kendaraan roda dua, 6.135 unit kendaraan roda empat, 187 unit bus dan 887 unit mini bus,” jelasnya.

Untuk Kota Padangpanjang, petugas pos penyekatan telah memutar balik kendaraan sebanyak 836 unit kendaraan. “ Untuk kendaraan roda dua 407 unit kendaraan, kendaraan roda enam 12 unit dan roda empat 417 unit,” jelas Satake.

Satake menjelaskan, data ini dimulai dari pos penyekatan PPKM darurat yakni dari 12 Juli hingga 18 Juli 2021. “Kemungkinan nanti akan bertambah lagi, sebab PPKM di kota tersebut diperpanjang,” tukasnya.

Positif Bertambah 10, 2 Meninggal

Sementara itu, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat, terus bertambah. Rabu  (31/7) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 kabupaten setempat menginformasikan ada penambahan 10 orang positif virus korona dan sembuh lima orang. Dari 10 orang itu dua orang dinyatakan pihak medis meninggal dunia.

Baca Juga:  Apresiasi Sembako JPS, Rezka Minta Pemda Fokus & Taktis Atasi Pandemi

“Iya, benar ada terjadi penambahan kasus Covid-19 Rabu kemarin. Faktanya sebanyak 10 orang positif. Data terakhir kalau kita totalkan sudah 1.421 orang yang positif.  Sembuh sebanyak 1.068 orang, meninggal dunia 81 orang dan dikarantina ada 272 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Pasaman Barat, Gina Alecia di Simpang Empat, Rabu (21/7).

Menurut dia, data itu hasil Laboratorium FK. Unand Nomor 2464/07/PDRPI-FK/2021 tanggal 21 Juli 2021 terhadap hasil swab pada Puskesmas Muara Kiawai tanggal 19 Juli 2021, didapatkan tiga orang terkonfirmasi positif.

Lalu hasil Laboratorium FK. Unand Nomor 2443/07/PDRPI-FK/2021 tanggal 21 Juli 2021 terhadap hasil swab RS Ibnu Sina Simpang Empat tanggal 19 Juli 2021 didapatkan 4 orang terkonfirmasi postif.

Kemudian, hasil Laboratorium FK. Unand Nomor 2451/07/PDRPI-FK/2021 tanggal 21 Juli 2021 terhadap hasil SWAB RSUD Pasaman Barat tanggal 19 Juli 2021 didapatkan 3 orang terkonfirmasi positif.

Data kedua yang meninggal itu adalah dengan inisial Almh S, 53, warga Jorong Alamanda Kecamatan Kinali, merupakan pasien suspek Covid-19.  Almh. S meninggal dunia pada hari Senin (19/7) sekitar pukul 04.30 WIB di IGD Puskesmas Kinali.

Lalu Almh. SM, 20, warga Jorong Mandiangin Kecamatan Kinali, merupakan pasien Suspek Covid-19. Almh. SM meninggal dunia hari Minggu 18 Juli 2021 sekira pukul 22.40 dalam perawatan di RSUD Pasaman Barat.

Sedangkan ke-delapan pasien konfirmasi positif lainnya saat ini sedang dilakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Pasaman Barat dan RS Ibnu Sina Simpang Empat.
Saat ini juga telah dilaksanakan langkah cepat proses tracking untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat.

Dia mengajak agar saling bekerjasama dalam menghambat laju penularan Covid-19 ini dengan selalu bersikap kooperatif serta selalu bersikap tenang dan mohon dukungan seluruh masyarakat untuk selalu bahu-membahu membasmi penyebaran Covid-19 di Bumi Mekar Tuah Basamo.

“Kami mengajak masyarakat agar selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 6M seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir, selalu memakai masker dengan benar, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas serta melaksanakan vaksinasi,” ajak Gina. (rid/roy)