Semen Padang Gandeng UBH Bikin Replika Danau Singkarak, Untuk Apa?

Kolam dan area pemijahan ikan bilih yang dibuat di kawasan pabrik semen di Kelurahan Indarung Kota Padang, yang dikelola PT Semen Padang dan UBH.

Semen Padang membangun kolam dan area pemijahan ikan bilih. Lokasinya di Kelurahan Indarung yakni di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) dan diklaim ‘menyerupai’ Danau Singkarak. Untuk apa ya?

Guru Besar Fakultas Perikanan & Kelautan UBH Prof Dr Ir Hafrijal Syandri MS mengatakan, kolam yang dilengkapi area pemijahan itu dibangun, supaya PT Semen Padang dan UBH semakin mudah dalam mengontrol perkembangan ikan bilih yang mereka lestarikan.

“Kalau di sungai agak kesulitan kami mengontrolnya. Makanya kolam yang kami lengkapi dengan area pemijahan itu dibangun, supaya lebih mudah mengontrolnya, karena dari awal kami maunya pelestariaan ikan bilih yang dilakukan PT Semen Padang difokuskan pada keberhasilan reproduksi,” kata Prof Hafrijal, yang selama ini mendampingi PT Semen Padang dalam melestarikan ikan bilih.

Guru besar yang akrab disapa Profesor Bilih itu menyebut bahwa reproduksi ikan bilih di sungai Taman Kehati, memang dikatakan telah berhasil dan sangat signifikan. Bahkan tingkat keberhasilannya mencapai 70 persen. “Tapi itu tadi, kami dan tim di Semen Padang agak kesulitan mengontrolnya,” ujar Hafrijal, Jumat (21/8/2020).

Rencananya, lanjut Hafrijal, jumlah ikan bilih yang akan dilestarikan di kolam yang dilengkapi area pemijahan itu sekitar 10 ribu induk ikan bilih. Jika pelestariannya berhasil, maka akan dilakukan restoking atau dikembalikan ke habitat aslinya di Danau Singakarak, karena ikan bilih merupakan ikan endemik di Danau Singkarak.

Baca Juga:  Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak Pandemi jadi Fokus Utama Mulyadi

“Selain di-restoking, kami rencananya juga melakukan reintroduksi, yaitu memperbanyak habitatnya. Tapi kami lihat dulu sejauh mana peningkatan populasinya pada saat pelestarian di kolam yang dilengkapi area pemijahan. Kalau bagus, bisa kita restoking dan reintroduksi di tempat lain,” pungkas Hafrijal.

Terpisah, Ketua Tim Konservasi Ikan Bilih PT Semen Padang Deni Zen mengatakan kolam dan area pemijahan ikan bilih itu didesain oleh Universitas Bung Hatta (UBH). Rupanya, pelestarian ikan bilih itu, bagian kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UBH sejak Juli 2018.

“Rencananya September mendatang, kami akan mengisi kolam yang dilengkapi dengan area pemijahan tersebut dengan induk ikan bilih yang diambil langsung dari Danau Singkarak. Kemudian, ikan bilih yang sebelumnya dilestarikan di sungai Taman Kehati, itu tetap akan terus kami konservasi perkembangannya,” tutup Deni. (*/hsn)