Pariaman Tertinggi Lakukan Pelanggaran AKB

ilustrasi. (jawapos.com)

Total pelanggar Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Pariaman mencapai 495 orang. Jumlah ini tertinggi dibanding daerah lainnya di Sumbar. Berdasar laporan pelaksanaan penegakan hukum Perda yang telah masuk Aplikasi SiPelada (Sistem Informasi Pelanggaran Perda) dari Sumbar sampai Selasa, 20 Oktober 2020, mencapai 2.288 orang terdata melanggar.

Dari 2.288 orang tersebut, 88 orang membayar sanksi denda administratif Rp 100.000 dengan 39 orang dilaksanakan oleh provinsi, 49 orang dilaksanakan oleh kabupaten kota dan sisanya 2.200 orang melaksanakan sanksi kerja sosial.

Dari 2.288 orang  yang tersebar di 19 kabupaten kota tersebut, Kota Pariaman menjadi yang tertinggi dengan 495 orang pelanggar. Rinciannya 31 orang sanksi denda administrasi sebesar Rp 100.000 dan 464 orang dikenakan sanksi kerja sosial.

Menyusul Kabupaten Pesisir
Selatan sebanyak 438 orang. Rincian 438 orang sanksi sosial dan 5 orang Pelaku Usaha, serta 1 orang penyelenggara kegiatan. Selanjutnya Kota Padang dengan 334 orang. Rincian 13 orang sanksi denda administrasi sebesar Rp. 100.000, 321 orang sanksi sosial dan 13 orang.

Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Pariaman, Elfis Candra mengatakan pihaknya bersama Tim Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman sejak hari pertama melakukan penindakan pada 12 Oktober lalu hingga kini tercatat sudah 495 orang yang melanggar protokol kesehatan. Pelanggarannya yakni tidak memakai masker.
Butuh Kesadaran Masyarakat

Baca Juga:  Semen Padang Kembali Juara I Anugerah Keterbukaan Informasi

Sementara itu, kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan di Kabupaten Sijunjung terus melemah. Sementara jumlah korban positif Covid-19 di Sijunjung terus bertambah, menembus angka 253 orang, 107 sembuh, 3 meninggal dunia. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan.

Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, tidak menampik, kesadaran masyarakat akhir-akhir ini terasa melemah. Bahkan banyak terkesan abai menerapkan protokol kesehatan. “Sejauh ini Kepala Kominfo Sijunjung, Rizal Efendi selaku juru bicara Tim Gugus Tugas terus melaporkan perkembangan terbaru. Dari laporan tersebut, diketahui penyebab bobolnya memang karena faktor kesaadaran atau kepatuhan terhadap protokoler Covid-19 masih kurang,” jelas Yuswir Arifin.

Namun demikian, Pemkab Sijunjung akan terus melakukan berbagai langkah untuk memutus mata rantai penularan virus, diperkuat dengan pembiayaan APBD/APBN sebagai mana mestinya. ”Terakhir,  kembali diakukan swab secara besar-besaran melibatkan semua aparatur di lingkungan Pemkab Sijunjung,” ujarnya. (nia/atn)