Fiskal Terbatas, Gubernur Harus Mampu Maksimalkan Potensi Sumbar

32

DPRD Provinsi Sumatera Barat menggelar rapat paripurna pengumuman dan penetapan usul pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, di ruang rapat utama DPRD Sumbar, Selasa (23/02/2021).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumbar Supardi didampingi wakil ketua Irsyad Syafar, pemerintah provinsi dihadiri Pj Gubernur Sumbar Hamdani dan Sekretaris DPRD Sumbar Raflis.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, Dalam surat Menteri Dalam Negeri Nomor 120/3262/SJ, 17 Juni 2015 dinyatakan pimpinan DPRD provinsi mengusulkan pemberhentian dan atau pengangkatan gubernur dan wakil gubernur kepada presiden melalui Menteri Dalam Negeri dengan melampirkan berita acara dan risalah rapat paripurna serta keputusan DPRD tentang usul pengesahan pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur.

“Keputusan DPRD diberi Nomor: 5/SB/2021 tentang usul pengesahan pengangkatan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat 2020,” ujar Supardi.

Menurut politisi Gerindra Sumbar ini, sesuai periodesasi dan tahapan perencanaan pengembangan jangka panjang daerah, masa jabatan gubernur dan wakil gubernur terpilih pilkada 2020 merupakan periodesasi strategis dan krusial.

“Periodesasi terakhir RPJPD Sumatera Barat 2005-2025, maka jabatan gubernur dan wakil gubernur Sumbar nantinya tidak hanya mewujudkan pencapaian target RPJMD 2021-2025 merupakan perwujudan visi, misi dan prioritas paslon akan tetapi sekaligus mewujudkan visi dan misi RPJPD Provinsi Sumbar 2005-2025 menjadikan Provinsi terkemuka berbasiskan sumber daya manusia yang agamais,” ujar Supardi.

Baca Juga:  Imigrasi Padang Sosialisasikan Peraturan Terbaru Izin Tinggal

Lanjut Supardi, prioritas pembangunan dan program pembangunan daerah, maka gubernur dan wakil gubernur terpilih kelanjutan pembangunan jalan tol Sumbar-Pekanbaru penting untuk pertumbuhan ekonomi daerah, lanjutan pembangunan main stadium dan proyek strategis lainnya.

“Kami mengingatkan gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam penyusunan RPJMD Sumbar 2021-2025 menjadi tugas saudara,” ujar Supardi.

Dikatakan Supardi, Sumbar memiliki potensi pertanian, pariwisata, kelautan, dan perikanan, kehutanan, pertambangan dan energi, akan tetapi belum memberikan kontribusi optimal.

“Kita minta gubernur dan wakil gubernur Sumbar terpilih memaksimalkan potensi tersebut untuk kemakmuran rakyat Sumbar,” ujar Supardi.

Keterbatasan Fiskal

Ditambahkan Supardi, Sumbar memiliki keterbatasan fiskal dari Rp 7 triliun total anggaran APBD Sumbar, lebih 50 persen digunakan belanja pegawai dan belanja bagi hasil kabupaten dan kota.

“Apabila kita hanya mengandalkan APBD untuk pembangunan, maka Sumbar semakin tertinggal,” ujar Supardi.

Dijelaskan Supardi, total aset Pemprov Sumbar Rp10,2 triliun, banyak aset dikelola dengan baik bahkan dikuasai pihak ketiga.

“Kontribusi diberikan kepada Pemda hanya Rp 1,2 miliar, apabila dikelola dengan baik dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” ujar Supardi. (rel)