Balai Perkeretaapian Sumbar Lakukan Pengawasan Jalur KA Non-Aktif

50
Jalur Kereta Api Non Aktif masuk dalam pengawasan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar.

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar menggagas untuk melakukan pengawasan terhadap jalur kereta api (KA) non-aktif.

Penyelamatan aset negara itu ada di sepanjang Stasiun Kayutanam-Padangpanjang-Batutabal-Muarokalaban-Sawahlunto.

“Pengawasan ini sekaligus men-support Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) yang memiliki harapan menumbuhkan sektor pariwisata Sumbar,” kata Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Suranto, Selasa (23/6/2020).

Kondisi jalur KA non-aktif ini makin terbengkelai dan beberapa sudah mengalami kerusakan, bahkan beberapa komponennya sudah banyak yang hilang. “Makanya perlu dilakukan pengawasan,” ungkapnya.

Tambah Dua Lori

Dia menjelaskan, bentuk pengawasan ini seperti pembersihan dan pengoperasian lori. Upaya ini nantinya berkolaborasi antar stakeholder terkait seperti PT KAI Divre II Sumbar bersama pemko atau pemkab setempat.

“Kami gagas untuk dilakukan pengawasan, paling tidak supaya track-nya itu kelihatan, bersih, dan terjaga. Dengan cara tadi, pembersihan dan menjalankan lori. Kami akan coba mengusulkan untuk pengadaan lori sebanyak dua unit, supaya bisa mengkover sepanjang jalur. Nanti ditempatkan, mungkin di Solok atau Sawahlunto,” ungkapnya. (idr)