Kasus Covid-19 Sumbar Melonjak, Didominasi Orang tanpa Gejala

273

Bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar menerima laporan lonjakan pasien terinfeksi virus korona (Covid-19).

Hingga pukul 09.00 WIB, Minggu (24/5/2020) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar menerima laporan dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand serta Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Bukittinggi, sebanyak 35 pasien positif Covid-19. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan sehari sebelumnya, lima kasus positif.

Dengan pertambahan 35 pasien baru, maka total warga Sumbar positif Covid-19 telah mencapai sebanyak 478 orang.

Jubir Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal menjelaskan, 35 pasien baru positif korona itu merupakan hasil pemeriksaan terhadap 1.461 sampel swab yang dilakukan laboratorium yang dipimpin Dr Andani Eka Putra.

“Kita mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa kenal lelah meski dalam suasana Idul Fitri ini. Pak Andani dan tim berhasil memeriksa 1.461 sampel dalam waktu 22 jam. Ini rekor pemeriksaan sample swab terbanyak di Indonesia,” kata Jasman.

Lebih lanjut, Kepala Dinas Kominfo Sumbar itu juga mengapresiasi tim paramedis yang tanpa kenal lelah siang dan malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan luar biasa masih tetap bertahan merawat dan mengobati pasien.

“Semoga paramedis kita diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT. Begitu juga pasien, semoga cepat sembuh,” ungkap Jasman.

Dari 35 warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 tersebut, kata Jasman, sebanyak 25 orang asal Kota Padang berdasarkan dari pemeriksaan 204 sampel swab yang dikirim ke laboratorium.

Kemudian, sebanyak dua orang asal Kota Sawahlunto dari pemeriksaan sebanyak 578 sampel. Lalu, lima orang asal Kota Payakumbuh dari hasil pemeriksaan 20 sampel, dan masing-masing satu pasien positif asal Kabupaten Limapuluh Kota, Dharmasraya dan Solok.

Dijelaskan Jasman, rata-rata yang terinfeksi tersebut adalah orang tanpa gejala (OTG).

“Ini sangat berbahaya. Karena orang OTG tidak menyadari kalau dia terinfeksi dan orang lainpun melihat dia sehat-sehat saja. Dengan kondisi seperti itu, tidak ada kecurigaan dan proteksi diri, sehingga sangat memungkinkan penyebaran penularan Covid-19 semakin massif dan tidak terkontrol,” ingatnya.

Agar jangan terjadi lagi penularan, diharapkannya masyarakat tetap mematuhi protap penanganan Covid-19. Yaitu dengan jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, berolahraga dan bermasker.(esg)