Petugas UPPKB Tak Bisa Lagi Leluasa Lakukan Pungli

Aktivitas di Unit PPKB Lubuk Selasih, Kabupaten Solok.

Dulu dikenal sebagai jembatan timbangan oto (JTO), kini berganti nama menjadi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB). Penanggungjawabnya pun berubah dari Dishub ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar.

Kepala BPTD Wilayah III Sumbar, Deny Kusdyana mengatakan, sudah mengoperasikan empat dari sembilan UPPKB yang ada di Sumatera Barat.

Yup, kewenangannya memang sudah beralih dari Pemprov Sumbar ke Pemerintah Pusat. Saat ini belum kita tidak efektifkan semua. Kondisinya sekarang ada UPPKB yang titik lokasinya tidak pas lagi. Seperti UPPKB di Lubuk Buaya itu,” ujar Deny.

Empat UPPKB yang beroperasi di bawah kewenangan BPTD Wilayah III Sumbar itu, yakni di Tanjung Balik perbatasan Provinsi Sumbar dengan Riau, UPPKB di Sungai Langsek perbatasan Sumbar dengan Jambi, UPPKB di Air Haji perbatasan Sumbar dengan Bengkulu.

“Kemudian juga ada UPPKB Lubuk Selasih Kabupaten Solok yang mengawasi kawasan Sitinjau Lauik yang rawan kecelakaan,” ungkap Deny.

Selain empat UPPKB tersebut,  BPTD Wilayah III Sumbar juga akan membuka UPPKB baru, yakni di Beringin Panti, Kabupaten Pasaman perbatasan Sumbar dengan Sumut.

Tidak dipungkirinya, UPPKB atau dulunya dikenal dengan jembatan timbangan oto (JTO), banyak petugas yang senang bekerja di sana. Namun, sekarang banyak yang enggan bertugas di UPPKB. Faktor penyebabnya karena lokasi UPPKB banyak yang jauh karena di perbatasan.

“Padahal, semua kebutuhan kesejahteraan petugas kita penuhi. Tapi ya memang banyak yang keberatan kita pindahkan ke sana. Tapi tetap kita tugaskan. Mau tak mau petugas harus jalankan tugas,” ujar mantan Kasubdit Angkutan Orang Antar Kota Dirjen Hubdar Kemenhub RI ini.

Selain itu, petugas juga sekarang tidak bisa lagi melakukan pungli terhadap sopir truk yang masuk. Karena sekarang diberlakukan tilang bagi kendaraan yang melanggar, dengan melibatkan kepolisian dan TNI.

“Kalau ada yang macam-macam, kita viralkan, biar se-Indonesia tahu. Dahulu Kepala Jembatan Timbang Oto adalah raja, sekarang tidak lagi. Kita tegas, siapapun yang melanggar, tilang! Kita ingin mengubah image jembatan timbangan yang selama ini memang buruk,” tegas Deny Kusdyana. (hsn)