Kasus Covid-19 Tinggi, TdS 2021 Batal

43
Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial.(IST)

Desakan banyak pihak agar Tour de Singkarak (TdS) 2021 dibatalkan akhirnya disikapi Dinas Pariwisata Sumbar. Jika Covid-19 tak melandai berkemungkinan iven balap sepeda tersebut dibatalkan.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Novrial mengatakan, terkait desakan penundaan itu, pihaknya sedang mengkaji ulang kembali proses pelaksanaannya. “Sedang dikaji (Pelaksanaan TdS 2021),” ujarnya.

Tentu pengkajian kembali itu berdasarkan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Jika kasus Covid-19 semakin tinggi, menurutnya tidak tertutup kemungkinan TdS dibatalkan kembali pada tahun ini.

“Yang pasti kita akan mempertimbangkan kondisi Covid-19 sebagai konsideran (latar belakang pembuat keputusan, red) utama,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya tentu juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terlebih dulu dalam menggelar iven balap sepeda tersebut. Koordinasi itu juga akan dilakukan sesegera mungkin. “Kalau tidak diizinkan satgas, ya harus patuh,” pungkasnya.

Seperti diketahui, usulan penundaan pelaksanaan TdS 2021 yang dijadwalkan Oktober nanti datang dari berbagai pihak. Mereka meminta pelaksanaan perlu dipertimbangkan lagi karena masih pandemi Covid-19.

Pasalnya jika dilangsungkan tak ada yang bisa memastikan peserta dan masyarakat yang menonton terhindar dari virus ini. Seperti disampaikan aktivis kawal Covid-19, Yul Akhyari Sastra yang mendukung penundaan iven itu. Anggaran TdS bersumber dari APBD Sumbar sebesar Rp 7 miliar dialihkan ke penanganan Covid-19. Karen iven tersebut bukan program prioritas.

Dia menyebutkan kondisi pandemi Covid-19 di Sumbar tidak bisa dikatakan sudah aman. Herd immunity Sumbar belum terjadi, ini dilihat dari angka vaksinasi masyarakat. Jika beralasan peserta dan tim balap sepeda dilakukan tes rapid, namun bisa saja terpapar saat berada di Sumbar.

Baca Juga:  Pekan Nan Tumpah Dibuka! Tampil Naramajas, Klub Ikan Larangan & Freesound

Ketua Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) Sumbar Elvis Kasmir juga mendukung pembatalan kegiatan. Katanya, persoalan pandemi Covid-19 harus menjadi kajian utama dalam pelaksanaan TdS tahun ini.

Elvis menyebut, sales travel terdampak secara ekonomi karena pandemi. Untuk itu pihaknya mendukung pencegahan virus ini sehingga Sumbar bebas dari ancaman pandemi.

Sementara itu, penyitas Covid-19, Farhan menyebut pelaksanaan TdS bisa membahayakan masyarakat karena peluang penyebaran lebih tinggi. Untuk itu, dia setuju pelaksanaan TdS ini ditunda lebih dulu.

Ia melihat penanggulangan Covid-19 di Sumbar belum baik. Untuk itu, jangan dipaksakan TdS yang dikhawatirkan akan dapat menyebarkan virus ini. Di sisi lain, pembatalan iven juga mendapat dukungan anggota DPRD Sumbar.

Anggota DPRD Sumbar HM Nurnas memprediksi balap sepeda itu bakal membuat kerumunan. Baik dari peserta, panitia, bahkan masyarakat yang menonton yang bisa menjadi ancaman penyebaran virus.

Menurutnya anggaran TdS Rp 7 miliar dialihkan untuk penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi. Karena pandemi yang tak kunjung usai, Kota Padang memastiman batal menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara TdS 2021 Oktober mendatang. Batalnya keikutsertaan Kota Padang dikarenakan anggaran yang terbatas yang dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian kepada Padang Ekspres, mengatakan, Pemko Padang untuk penyelenggaraan TdS 2021 tidak mengambil bagian atau partisipasi menjadi tuan rumah.

Ia menambahkan, penyebab batalnya Kota Padang menjadi tuan rumah TdS 2021 dikarenakan 2 faktor. Faktor pertama yakni keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemko Padang untuk menyelenggarakan Iven pariwisata tahunan di Sumbar tersebut. (wni)