NA-IC Nomor Urut 2, Andre Rosiade: Nomor Gerindra dan Prabowo

96
Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumbar Nomor Urut 2 Nasrul Abit-Indra Catri.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade mengaku senang dengan nomor 2 yang didapat pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit dan Indra Catri, Kamis (24/9) pada pencabutan nomor urut yang digelar KPU. Nomor itu mengingatkan Andre pada nomor Gerindra di Pileg dan Prabowo-Sandi di Pilpres.

“Sebenarnya nomor urut ini tak masalah berapapun. Kalau peserta cuma empat, tentu nomor 1 sampai 4. Sekarang NA-IC dapat nomor 2, nomor yang sama dengan Partai Gerindra di Pemilihan Legislatif 2019. Bahkan juga nomor urut pak Prabowo dan bang Sandi pada pemilihan Presiden (Pilpres) kemarin,” kata Andre yang dihubungi media, Kamis sore.

Andre mengatakan, soal nomor urut tak begitu penting. Yang penting adalah bagaimana program unggulan calon yang diusung Partai Gerindra itu sampai ke masyarakat. Para kader Gerindra harus turun bersama-sama, tidak hanya tim sukses dan pasangan calon saja. Kalau sudah kompak dan turun bersama, kemenangan akan dapat diraih dengan baik.

“Mungkin akan ada yang mengait-ngaitkan momor urut 2 dengan Pileg dan Pilpres 2019. Di Sumbar, Gerindra menjadi partai nomor satu dan Prabowo menang telak sampai 86 persen lebih. Bahkan, Andre Rosiade juga nomor urut dua di urutan Caleg dan dapat suara yang maksimal,” kata anggota DPR RI ini sambil tertawa.

Baca Juga:  Keliling Tanahdatar, Andre Rosiade tebar Bantuan dan jadi Saksi Nikah

Andre meminta, semua kader Gerindra bekerja maksimal dan tidak terpancing dengan isu-isu yang berkembang. Sebaiknya tetap fokus memenangkan NA-IC yang diusung Gerindra tanpa koalisi. “Kita tahu pak NA dan pak IC masih dikejar fitnah-fitnah dan laporan. Bahkan ijazah yang sudah terang benderang,

masih digoreng-goreng bahkan sampai didemo. Kader Gerindra harus tetap tenang,” kata Ketua Harian Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Kepada pelaksana atau penyelenggara, Andre berpesan agar netral dan menjaga alur Pilkada sesuai aturan dan protokoler kesehatan. “Kami tak ingin ada penyelenggara yang keluar dari alur yang telah ditetapkan bersama. Kami dan kita bersama ingin menghadirkan Pilkada badunsanak di Sumbar,” katanya. (*)