Tim Pengabdian Masyarakat UNP Ikut Kembangkan Produk Kopi Solok Selatan

39

Tim pengelola Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan UMKM Putra Tunggal di Korong Wonorejo, Sungai Lambai Barat, Lubuk Gadang Selatan, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan (Solsel).

Tim PPPUD diwakili dosen jurusan PLS Alim Harun Pamungkas bersama Dosen PGSDĀ  Sherlyane Hendri dan Nur Azmi Alwi, sedangkan dari UMKM Putra Tunggal Solsel Supriyanto.

“Kerja sama program tahun 2022 difokuskan pada pengembangan akses pemasaran dan peningkatan produksi kopi asli Solok Selatan ini,” kata Salim Harun didampingi Sherlyane dan Nur Azmi.

Menurut Alim, kemitraan dengan Tim PPUD UNP tahun 2022 ini, menitikberatkan pada pelaksanaan program yang dikategorikan menjadi tiga bentuk kegiatan pelatihan, yakni pelatihan pemasaran dan pengembangan jejaring usaha, pelatihan pemasaran, dan pelatihan diversifikasi usaha.

“Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan dari pengelola UMKM dan para petani yang menjadi mitra,” tambahnya.

Pelatihan-pelatihan tersebut dipilih didasarkan pada adanya kebutuhan tentang pengolahan pemasaran hasil panen kopi dan pemasaran produk olahan, dan kurangnya pelaku yang bertindak dalam pengolahan atau pengembangan bentuk produk sebagaimana disampaikan Supriyanto.

Baca Juga:  Karya Limbah Pantai jadi "Trending Topik" Ramaikan Pameran Tambo Art Center

Program yang diselenggarakan dalam kurun Mei sampai Oktober 2022 ini memang ditujukan untuk mengangkat topik tentang pengembangan produksi kopi lokal di Kecamatan Sangir, Solsel sebagai produk unggulan daerah.

Pemilihan topik ini sejalan dengan meningkatnya permintaan kopi berkualitas yang berasal dari Indonesia.

Solsel sebagai suatu daerah yang memiliki potensi perkebunan kopi sangat layak untuk mengisi permintaan terhadap kopi ini. Untuk itu PPPUD ini bermitra dengan UMKM sebagai penghasil produk kopi lokal yang dapat menjadi pionir dalam pengembangan produk unggulan di Sangir, Solsel.

“Kopi yang ditanam di kawasan perbukitan, tepatnya di kaki Gunung Kerinci dengan ketinggian 600-1.200 Mdpl ini telah mampu menarik perhatian dari para penikmat kopi, dan berbagai pihak yang tidak saja berasal dari Sumatra Barat, namun juga berbagai daerah lain di Indonesia,” kata Supriyanto.(rel)