Tugas Perdana, Melantik 12 Kepala Daerah Terpilih

60
Mahyeldi Ansharullah-Audy Joinaldy. (IST)

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar terpilih akhirnya dipercepat, hari ini (25/2). Mahyeldi-Audy dijawalkan dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pukul 09.30 ini.

Kepala Dinas Kominfo Sumbar Jasman Rizal seiring dilantiknya gubernur definitif, maka gubernur dijadwalkan memimpin pelantikan 12 kepala daerah terpilih di Sumbar, besok (26/2). ”Pelantikan 12 kepala daerah itu bakal menjadi tugas pertama pak gubernur setelah dilantik presiden,” sebut Jasman.

Jasman menambahkan, sebelumnya untuk pelantikan bupati/wali kota pada 26 Februari ini dijadwalkan akan dilakukan oleh Pj Gubernur Sumbar, Hamdani. Namun karena pelantikan gubernur dipercepat, maka pelantikan kepala daerah langsung diambil alih oleh gubernur defenitif.

Sementara itu sesampai di Jakarta, Gubernur Sumbar terpilih Mahyeldi Ansharullah bersama istri Harneli Bahar langsung melakukan tes swab di Rumah Sakit Bunda Jakarta, Rabu (24/2). Ini salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan terhadap gubernur dan wakil gubernur Sumbar beserta keluarga sebelum menghadiri pelantikan di Istana Negara, Jakarta. Untuk memastikan bahwa undangan bebas dari Covid 19.

Sebagaimana diketahui, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi-Audi telah ditetapkan sebagai pemenang pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, serta disahkan melalui pleno DPRD beberapa hari lalu.

Kepala Biro Humas Setprov Sumbar, Hefdi menyebut, pihaknya sudah melakukan uji swab terlebih dahulu baik kepada pihak yang akan dilantik, keluarganya, maupun pejabat terkait yang hadir secara terbatas pada saat pelantikan. ”Sampai di Jakarta, Gubernur terpilih Mahyeldi langsung melakukan uji swab sebelum pelantikan besok,” ucap Hefdi.

Tidak hanya Mahyeldi bersama keluarga saja yang melakukan swab, termasuk Pj Gubernur Hamdani dan Wakil Ketua DPRD Sumbar H Irsyad Syafar yang turut ikut pemandian d pelantikkan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Sehingga, hanya boleh dihadiri beberapa perwakilan saja sesuai aturan yang disampaikan Sekretariat Negara. ”Kami berharap, pelantikan Pak Mahyeldi dan Pak Audy besok sukses dan berjalan lancar dan tidak ada kendala,” ujarnya.

Seperti diketahui, KPU Sumbar dan DPRD sudah menetapkan Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldi pemenang Pilgub Sumbar 2020. Pasangan diusung koalisi PKS dan PPP ini meraih sebanyak 726.853 suara. Mereka unggul dari pasangan nomor urut 2 dari Partai Gerindra Nasrul Abit-Indra Catri yang memperoleh 679.069 suara.

Usung 15 Program Unggulan
Mahyeldi-Audy dalam pilgub lalu, mengusung visi ”Terwujudnya Sumbar Madani yang Unggul dan Berkelanjutan” dengan tujuh misi. Di antara misinya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berpengetahuan, terampil dan berdaya saing.

Baca Juga:  Penyegaran, Empat Wakapolres Dimutasi

Lalu, meningkatkan tata kehidupan sosial kemasyarakatan berdasarkan falsafah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah. Serta, meningkatkan usaha perdagangan dan industri kecil/ menengah, serta ekonomi berbasis digital.

Untuk mewujudkan visi dan misi itu, politisi PKS dan PPP ini menawarkan 15 program unggulan. Di antaranya, membangun pendidikan yang berkeadilan dan pemerataan di kabupaten/kota di Sumbar, beasiswa prestasi kuliah di universitas di Sumbar, Indonesia dan internasional setiap tahunnya. Selanjutnya, Sumbar sebagai lumbung jagung dan beras nasional, mencetak 100 ribu milenial sebagai enterprenur dan pelaku ekonomi kreatif.

Mahyeldi-Audy juga berkeinginan membangun industri priwisata melalui 1 destinasi wisata berkelas internasional dan 19 destinasi wisata unggulan. Lalu, meningkatkan fungsi gedung kebudayaan, museum, dan perpustakaan provinsi sebagai pusat pendidikan dan wisata Ipteks (education tourism).

Koordinator Tim Relawan Sumbar Mahyeldi-Audy, M Zuhrizul menyebutkan, pasangan yang diusung PKS dan PPP itu memiliki program kerja 100 hari bidang pariwisata pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Salah satunya, mempertegas penerapan aturan terkait kewajiban menerapkan protokol kesehatan di setiap destinasi wisata, seperti restoran, hotel, homestay dan fasilitas lainnya yang dikunjungi wisatawan.

Hal itu perlu segera dilakukan pemprov bersama pemerintah kabupaten dan kota sehingga memberikan jaminan terjaganya kesehatan, kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumbar. ”Meskipun saat ini Sumbar tidak berada di zona merah, tapi disiplin dan tegas terhadap protokol kesehatan tetap harus selalu dijaga konsisten dan dievaluasi karena akan mendorong lebih banyak lagi orang berkunjung ke daerah ini,” jelas Zuhrizul.

Untuk itu, katanya, perlu dilakukan audit penerapan CHSE atau Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) di setiap destinasi wisata, hotel maupun homestay dan restoran, serta pusat-pusat kuliner. ”Penilaian dan sertifikasi kelayakan CSHE sementara bisa dilakukan oleh Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup. Selanjutnya dilakukan auditor CHSE yang telah ditunjuk Kementerian Pariwisata,” tegasnya.

Sementara itu, untuk jangka panjang, pengembangan pariwisata lebih kepada pariwisata berbasis ekonomi dan budaya lokal, serta komunitas. ”Pariwisata yang sukses adalah pariwisata yang berdampak terhadap masyarakat sekitar, di samping terus mendorong investasi di bidang pariwisata baik akomodasi maupun atraksi,” imbuh Tim Perancang Visi dan Misi Mahyeldi-Audy bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini. (wni/jpg)